Monexnews - Faktor Penggerak Bursa AS & CFD, 21 Mei:
- BoE Inflation: Data inflasi yang lebih lemah di Inggris menyebabkan kejatuhan Poundsterling seiring ketakutan para investor bahwa rendahnya tekanan harga inflasi akan membuka jalan penambahan QE lebih lanjut dari BoE. Data inflasi CPI Inggris jatuh ke 2.4% dibanding sebelumnya 2.8%, sementara inflasi inti jatuh ke 2.0% yang merupakan laju inflasi terendah sejak tahun 2009. Data ini direspon negatif oleh pelaku pasar pada Poundsterling seiring spekulasi penambahan QE pada kedatangan gubernur BoE baru Mark Carney bulan mendatang.
- Yen Weakness: Sementara di Jepang, menteri ekonomi Amari merevisi pernyataannya dan mengindikasikan bahwa para pemangku kebijakan Jepang masih mendukung pelemahan mata uang Yen Jepang lebih dalam karena pelemahan Yen lebih menguntungkan secara keseluruhan. Alhasil pairing USDJPY menanjak dekati level 103.00, namun masih tertahan karena para investor bersikap wait & see menjelang testimony ketua The Fed, Ben Bernanke untuk mencari petunjuk apakah kebijakan moneter The Fed beralih lebih netral.
- RBA Minutes: Minutes kebijakan moneter RBA terakhir kembali menegaskan pernyataan RBA sebelumnya bahwa bank sentral Australia belum mempertimbangkan pemangkasan suku bunga dalam waktu dekat. Rilis notulen rapat ini berhasil memicu rebound pendek Aussie, namun secara keseluruhan mata uang Aussie masih terkonsolidasi di kisaran 0.9700.
- JPMorgan: Setelah JPMorgan mengalami kerugian lebih dari $6 milyar akibat perdagangan yang buruk tahun lalu, para shareholder akan melakukan voting apakah jabatan rangkap Jamie Dimon sebagai CEO dan Chairman akan dkurangi. Kendati terdapat kemelut internal, namun saham CFD JPMorgan masih perkasa, dengan menanjak 55% sepanjang tahun melampaui kinerja indeks KBW banking.
- Best Buy: Saham lainnya yang cukup hot yakni Best Buy yang akan melaporkan laju earnings sebelum pembukaan Wall Street. Setelah mengalami kenaikan sebesar 127% sepanjang tahun dan menjadi saham berkinerja terbaik ketiga dalam indeks S&P500, laba Best Buy masih berpeluang berikan kejutan positif seiring kebijakan CEO Hubert Joly yang baru untuk menyamai harga jual online rivalnya seperti Amazon.
(Sap)

Komentar