Rabu, 29 Maret 2017

breaking-news Indeks Kepercayaan Konsumen AS melonjak ke 125.6 di bulan Maret, melampaui estimasi 114.0

Mengenal Pasar Keuangan

5 Kesalahan yang Harus Dihindari Trader Pemula


Ditulis oleh: Dimas5 Kesalahan yang Harus Dihindari Trader Pemula
Jumat, 9 Januari 2015 10:36 WIB
Dibaca 2801

Monexnews - Sama seperti aktivitas lainnya, trading membutuhkan proses pembelajaran. Tidak ada salahnya melakukan kesalahan sesekali, asalkan anda bisa belajar dari kesalahan tersebut. Tetapi harus diingat pula bahwa anda berinvestasi untuk meraih keuntungan, bukan hanya belajar dari kerugian.

Banyak trader yang baru merasakan terjun di pasar keuangan melakukan jenis kesalahan yang mendasar. Apabila dipelihara terus menerus, tipikal blunder seperti di bawah ini hanya akan mendatangkan bencana di kemudian hari. Oleh karena itu, anda harus menghindarinya sejak pertama kali masuk ke pasar keuangan.    

1. Trading tanpa konsep dan rencana

Ibarat berkendara ke luar kota, trading juga membutuhkan panduan supaya anda tidak tersesat di jalan. Dalam dunia investasi, trader harus memiliki rencana agar bisa selamat sampai tujuan dan tidak ‘melenceng’ dari kehendak awal. Rencana trading atau biasa disebut dengan trading plan adalah panduan yang anda buat sendiri untuk dijalankan secara disiplin. Di awal, anda bisa menentukan tujuan trading anda, apakah untuk jangka panjang atau orientasi jangka pendek semata. Berikutnya anda bisa membuat trading plan yang lebih terperinci mulai dari kriteria pengambilan posisi entry, exit, cut loss hingga take profit. Buatlah trading plan secara sederhana dan jangan pernah menyimpang dari perencanaan tersebut.


2. Tidak menempatkan stop loss

Semua produk investasi mempunyai risiko kerugiannya masing-masing. Kerugian merupakan sesuatu yang wajar di dunia investasi, tetapi bukan berarti pantas dianggap sebagai hal yang biasa. Di pasar keuangan, stop loss adalah sabuk pengaman anda. Trader-trader kelas dunia selalu menyarankan penggunaan stop loss saat bertransaksi karena trading tanpanya ibarat terjun bebas tanpa parasut. Tempatkan stop loss yang menurut anda cukup ideal, misalnya 30 poin di bawah harga aktual untuk indeks saham.


3. Trading karena 'Dendam'

Revenge trading terjadi ketika seseorang mengalami kerugian dan ingin secepatnya menebus kerugian tersebut. Sikap agresif seperti ini sangat berbahaya karena dilakukan tanpa kepala dingin dan emosi yang stabil. Revenge trading lebih banyak berujung pada kehilangan uang, yang jumlahnya bisa berkali lipat dibandingkan nilai kerugian sebelumnya. Jangan pernah trading untuk balas dendam! Latihlah diri anda untuk menerima kerugian dan tidak membiarkan tindakan anda dipengaruhi oleh ego semata. Ketimbang balas dendam, ada baiknya anda rehat sejenak dan mencurahkan energi untuk hal yang lebih berguna misalnya melakukan evaluasi kesalahan anda dan mencari strategi baru untuk menghindari kerugian serupa.


4. Membiarkan kerugian bertambah

Trader newbie seringkali lalai untuk memangkas jumlah kerugiannya. Alih-alih melakukan cut loss, tidak sedikit orang yang membiarkan posisinya tetap berjalan dengan harapan harga akan berbalik positif. "Saya rasa tidak ada salahnya, karena siapa tahu situasi berbalik positif," mungkin inilah yang tertanam di benak mereka. Faktor mentalitas menentukan hasil tindakan seseorang saat bertransaksi. Trader yang bijak tentu akan memilih cut loss untuk kemudian menata kembali strategi trading-nya daripada membiarkan posisinya diombang-ambing pasar.  


5. Harapan yang berlebihan

Siapapun tentu ingin agar investasinya menghasilkan return optimal, misalnya rata-rata 15% dalam sehari atau 30% dalam satu bulan. Sayangnya, ekspektasi itu terlalu tinggi khususnya bagi investor yang baru mengenal pasar keuangan. Lupakan mimpi tersebut dan kelola ekspektasi anda supaya lebih realistis. Dibanding mematok target keuntungan, tidak ada salahnya kalau anda memiliki ekspektasi yang sifatnya non-materil misalnya peningkatan intuisi trading dan perbaikan rasio win/loss. Apabila skill anda sudah lebih terasah, tidak ada salahnya mematok target nominal lebih tinggi dibandingkan ketika masih baru bertransaksi.

Mulai langkah awal perjalanan trading Anda dengan mendaftar demo account gratis di sini.

Kirim Komentar Anda


Komentar

joana jumrabita 13 Mei 2015
keren