Minggu, 22 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

Mengenal Pasar Keuangan

Konversi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar AS


Ditulis oleh: DimasKonversi Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dollar AS
Selasa, 7 Juli 2015 13:52 WIB
Dibaca 654

1 dollar berapa rupiah

Selama tahun 2015, konversi nilai tukar rupiah terhadap dolar konsisten lemah. Mata uang Indonesia bahkan menjadi valuta berkinerja terburuk ke-dua di Asia setelah Ringgit Malaysia. Faktor pelemahan rupiah cukup kompleks. Selain karena kondisi fundamental ekonomi domestik yang lemah, depresiasi juga dipengaruhi oleh rencana kenaikan suku bunga di Amerika Serikat dalam waktu dekat.

Pemerintah melakukan berbagai cara untuk membentengi rupiah dari tekanan dollar. Salah satunya adalah dengan mewajibkan penggunaan rupiah dalam setiap transaksi di dalam negeri, mulai dari melakukan reservasi hotel hingga membayar sewa properti dan lain-lain. Pihak yang mengabaikan instruksi ini akan dikenai sanksi paling rendah 1% dari total transaksinya, dan paling besar mencapai angka Rp1 miliar. Menurut rilis resmi Bank Indonesia, dollar hanya boleh dipakai dalam pembayaran yang terkait dengan penyelenggaraan pemerintah atau perdagangan internasional.
Beberapa perusahaan asing yang berbisnis di Indonesia mengaku sudah menerima anjuran semacam ini sejak tahun 2011 silam tetapi belum menerapkannya karena belum ada kewajiban secara hukum. Salah satu perusahaan yang berkomitmen untuk mematuhi perintah bank sentral adalah Singapore Airlines. Maskapai negeri singa telah menerima pembayaran dalam bentuk rupiah, dan harga tiketnya juga akan tercantum dalam bentuk dollar beserta rupiah dengan kurs mengikuti nilai tukar yang dikeluarkan oleh bank Indonesia setiap harinya.

Tren pelemahan yang dialami oleh rupiah membuat banyak pihak khawatir. Masyarakat jadi lebih sering memantau perkembangan di pasar uang ketimbang biasanya. Setiap hari, pelaku ekonomi dan pasar keuangan melakukan konversi dollar ke rupiah untuk mengukur kekuatan nilai tukar Indonesia. Ada yang memang berkepentingan untuk mengetahuinya, seperti pengusaha eksportir dan wisatawan, atau masyarakat yang sekedar ingin memantau pasar uang. Dalam percakapan sehari-hari, selalu ada pertanyaan rutin, “1 dollar berapa rupiah sekarang?”.

Pihak yang paling berkepentingan melakukan konversi dolar ke rupiah tentu adalah pengusaha dan pedagang yang punya klien atau supplier di luar negeri. Perusahaan yang menjual barangnya ke luar negeri cukup diuntungkan oleh pelemahan rupiah karena dagangannya menjadi lebih punya daya saing dari segi harga. Sebaliknya, produsen barang yang mengimpor bahan baku dari negara lain justru dirugikan karena ongkos produksinya jadi lebih mahal.

Terlepas dari pelemahan atau penguatan nilai tukar, pelaku usaha tentu berharap adanya stabilitas kurs untuk jangka waktu yang lebih panjang. Dengan begitu, mereka lebih leluasa memperhitungkan biaya belanja dan menyesuaikan kontrak-kontrak kerja dengan pihak luar. Masalah nilai tukar memang selalu dilematis. Kurs yang terlalu kuat tidak selalu menguntungkan, dan kurs yang terlampau lemah juga bukan menjadi idaman.

 

 

Kirim Komentar Anda


Komentar