Minggu, 28 Mei 2017

Mengenal Pasar Keuangan

Kurs Rupiah Terhadap Dollar


Ditulis oleh: DimasKurs Rupiah Terhadap Dollar
Jumat, 14 Agustus 2015 11:56 WIB
Dibaca 2242

Pelemahan kurs mata uang Indonesia terhadap dolar sepanjang tahun 2015 mulai mengkhawatirkan. Kurs rupiah dolar konsisten melemah hingga mencapai posisi yang pernah dicatatnya saat krisis keuangan berlangsung tahun 2008 silam. Banyak pihak bahkan mulai yakin kalau level psikologis 15.000 akan tersentuh kurang dari satu tahun ke depan.

Meski demikian, sesungguhnya tren penguatan kurs dollar rupiah sekarang tidak sama dengan apa yang terjadi nyaris dua dekade silam. Pada 1998, inflasi tembus level 78% karena kurs dolar ke rupiah anjlok tajam sehingga orang berlomba-lomba menarik dana dari bank dalam bentuk tunai, dan di saat yang sama Bank Indonesia (BI) mencetak uang dalam jumlah banyak. Sementara saat ini inflasi tahunan baru sebesar 7% atau jauh lebih kecil dibandingkan inflas 1998. Dulu suku bunga deposito juga sempat meroket sampai 60-70% atau melebihi suku bunga kredit yang hanya 24%.

Selisih bunga aset yang terlampau lebar menimbulkan negative spread. Bank-bank hancur, tidak terkecuali lembaga perbankan yang dimiliki oleh pemerintah. Sedangkan saat ini, kondisi keuangan bank bisa dibilang sehat-sehat saja dan semuanya masih mampu menghasilkan laba besar.

Faktor Yang Mempengaruhi Rupiah

Terdapat 3 faktor dari dalam negeri yang mempengaruhi kurs dolar rupiah yaitu suku bunga, inflasi dan kondisi bank. Ketiga faktor itu sama sekali tidak mendukung fundamental ekonomi Indonesia di tahun 1998. Belum lagi adanya gejolak politik, di mana agenda utamanya adalah melengserkan presiden Soeharto. Situasi sekarang cukup kondusif karena suku bunga terkendali, inflasi cukup jinak dan kondisi bank sehat. Dari aspek politik, tidak ada dorongan untuk mengganti presiden walaupun pertumbuhan ekonomi melambat.

Pelemahan kurs rupiah dolar tidak terhindarkan karena ada isu dari Amerika Serikat yang luar biasa penting yaitu soal wacana kenaikan suku bunga acuan. Kenaikan suku bunga hanya akan semakin memperkuat nilai tukar Dolar dan sudah diantisipasi oleh pelaku pasar keuangan dunia. Walaupun rencana itu belum terealisasi, investor dan pelaku ekonomi sudah ramai-ramai memborong dolar karena mereka tahu pada akhirnya kenaikan suku bunga akan terjadi.

Pelonggaran kebijakan moneter merupakan hal yang lumrah saat ini di Amerika Serikat. Ekonomi negara itu perlahan mulai pulih. Sebanyak 200-300ribu tenaga kerja terserap ke sektor ekonomi sehingga jumlah pengangguran turun dari 10% menjadi hanya 5,5%. Pelemahan kurs rupiah terhadap dolar memang sulit diterima oleh sebagian besar pelaku usaha di tanah air. Namun banyak pihak harus percaya bahwa kondisi sekarang tidak akan membawa Indonesia kembali ke periode krisis tahun 1998.

Kirim Komentar Anda


Komentar