Jumat, 20 Januari 2017

breaking-news Klaim pengangguran AS turun menjadi 234K di pekan lalu vs 249K, estimasi pada 252K

Analisa Fundamental

Data Harga Emas Hari ini dalam Rupiah


Ditulis oleh: DimasData Harga Emas Hari ini dalam Rupiah
Selasa, 7 Juli 2015 14:11 WIB
Dibaca 1898

harga emas hari ini

Emas sudah menjadi salah satu aset penting dalam portofolio investasi pelaku pasar finansial dunia. Sama seperti mata uang asing atau forex, harganya berubah dari waktu ke waktu mengikuti dinamika ekonomi.

Harga emas dunia mempergunakan satuan US Dollar, misalnya $1250 per troy ons. Sedangkan di Indonesia, pergerakan harganya mengacu pada nilai yang diumumkan oleh perusahaan penerbit emas batangan yaitu PT Aneka Tambang atau biasa disebut ANTAM dalam satuan gram. Untuk mengetahui harga emas hari ini dalam Rupiah, anda bisa langsung mengunjungi website Logam Mulia ANTAM atau melihat update-nya di http://www.monexnews.com/harga-emas.htm

Uniknya meskipun sama-sama mengukur nilai komoditas yang sama, pergerakan harga emas dunia dan batangan (Indonesia) tidak selalu kompak, dan dalam beberapa kesempatan justru sangat berlawanan. Di kuartal III 2014 lalu, harga emas dunia anjlok tajam karena minim sentimen negatif. Tingkat permintaan logam mulia dari negara-negara konsumen seperti China dan India sedang menurun dan volume pembelian emas untuk stok simpanan bank sentral dunia juga semakin berkurang. Di saat yang sama, nilai tukar US Dollar cenderung menguat terhadap mata yang utama dunia lainnya sehingga harga produk komoditas dunia berbalik lemah. Harga komodita seperti emas memang sangat tergantung pada pergerakan nilai tukar karena transaksinya menggunakan valuta US Dollar. Kurs Dollar yang terlampau kuat akan membuat harga emas jadi lebih mahal bagi investor non-Amerika Serikat yang tidak memegang Dollar sebagai mata uang utamanya.

Di saat harga emas di pasar global merosot tajam, tidak demikian halnya dengan emas batangan di dalam negeri. Pada September 2014 misalnya, spot emas terkoreksi 5,3% dalam sebulan dan bahkan sempat turun ke level terendahnya dalam 8 bulan terakhir ke posisi $1219 per troy ons. Dalam periode yang sama, harga emas ANTAM masih saja mahal karena hanya turun Rp6000 atau sekitar 1,1%. Pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar justru menahan harga emas tetap di level tingginya. Tipikal pergerakan yang sama masih akan dialami oleh logam kuning di tahun 2015 sampai 2016 mendatang.

Faktor lain yang mempengaruhi animo pembelian logam mulia adalah laju inflasi di sebagian besar negara maju yang masih sangat rendah. Emas biasanya dikoleksi sebagai aset pelindung nilai atau safe haven saat inflasi dalam tren naik. Di saat tingkat inflasi dunia mengecil maka tidak ada dorongan bagi investor untuk melindungi kekayaannya dari perubahan harga-harga dan pemanasan ekonomi. Namun terlepas dari segala sentimen ekonomi yang melingkupinya, emas tidak akan pernah kehilangan peminat sehingga tetap layak dikoleksi.

Kirim Komentar Anda


Komentar