Sebelum perang dunia II dan kemunculan banyak indikator teknikal di dunia barat, sebuah usaha penyusunan alat analisis bagi kebutuhan trader sudah dilakukan. Upaya yang berlangsung di Jepang ini bertujuan agar trader dapat mengambil kesimpulan dari pergerakan harga, baik dari sisi penentuan trend maupun pengenalan level support dan resistance. Tentu saja tanpa melupakan poin praktis dari setiap alat analisis: Sinyal. Kali ini kita akan membahas indikator Ichimoku Kinko Hyo.
Apakah indikator Ichimoku Kinko Hyo?
Secara umum, Ichimoku Kinko Hyo bisa diartikan sebagai indikator teknikal untuk mengukur momentum harga, support dan resistance. Berikut dengan pengukuran potensi pergerakan harga di masa depan.
Indikator ini dibuat oleh seorang penulis surat kabar Jepang, Goichi Hosoda. Pertama kali dipublikasikan pada tahun 1968, setelah lebih dari 20 tahun berada dalam masa pengujian yang melibatkan banyak pelajar Jepang. Apabila diartikan dalam bahasa Indonesia, Ichimoku Kinko Hyo dapat diartikan sekilas keseimbangan grafik. Berdasarkan namanya, bisa disimpulkan bahwa indikator ini berusaha memberi gambaran keseimbangan pergerakan harga hanya dalam sekilas.
Umumnya, pengguna yang belum terbiasa akan sulit mendapat kemudahan seperti yang dijanjikan indikator, paham dalam sekilas. Meski demikian, kompleksitas dan kerumitan saat pertama kali melihat tampilan ichimoku pada grafik akan segera hilang. Terutama setelah Anda memahami setiap garis yang terlibat dan alasan apa yang mendasari penggunaan garis-garis tersebut.
Komponen dan Konsep Penting
A. Komponen
Indikator Ichimoku Kinko Hyo memiliki 5 garis penting berbeda, namun gabungan kelimanya akan membentuk gambaran menyeluruh.
1. Tenkan-sen (turning line/garis balik)
Garis rata-rata antara harga tertinggi dan terendah (highest high lowest low/2) selama 9 (default) periode tertentu. Ringkasnya, Tenkan Sen merupakan garis tengah pergerakan harga, bertujuan untuk mengenal trend harga sekaligus level support dan resistance jangka pendek.
2. Kijun-sen (Standard line)
Garis yang sama dengan garis tankan sen, namun periodenya lebih panjang dengan default bernilai 26. Melalui penggunaan periode lebih panjang, Kijun Sen memberikan indikasi harga yang lebih memadai. Bergerak lebih lambat namun lebih dapat diandalkan. Kombinasi antara kedua garis rata-rata ini mirip dengan prinsip penggunaan crossover moving average.
3. Chickou span
Garis yang cukup unik ini, merupakan garis penutupan harga terkini yang ditampilkan mundur sebanyak 26 periode (sama dengan Kijun Sen). Garis ini dipergunakan untuk mendapat gambaran jelas tentang perbedaan pergerakan harga sekarang dengan 26 periode sebelumnya. Kemudian dapat memberi indikasi pergerakan selanjutnya. Dengan kata lain, jika harga sekarang (diindikasikan oleh Chikou span) berada di atas harga 26 periode yang lalu, maka terdapat kecenderungan harga bergerak lebih tinggi. Demikian pula sebaliknya.
4. Senkou span A (1st leading line)
Garis yang merupakan hasil rata-rata dari garis tenkan sen dan kijun sen, kemudian ditempatkan maju ke depan sebanyak 26 periode. Sehingga dengan sendirinya menggambarkan keseimbangan antara harga sekarang dengan potensi harga ke depan. Garis ini, bersama dengan Senkou span B, berperan penting dalam pembentukan kumo yang menjadi inti penggunaan indikator.
5. Senkou span B (2nd leading line)
Berbeda halnya dengan Senkou span A, garis ini merupakan rata-rata antara harga tertinggi dan terendah selama 52 (default) periode tertentu. Baru kemudian ditempatkan maju sesuai dengan periode span B, 26. Melalui garis ini, praktisi diharapkan dapat melihat keseimbangan harga dalam periode lebih panjang.
Bersambung
Komentar