Belajar Trading

iswardi
Selasa, 8 Maret 2011 14:11 WIB

Ichimoku Kinko Hyo (2) - Konsep Penting

Ditulis oleh: Iswardi Lingga / Edukator Senior Monex Pusat
Dibaca 1777

Pada tulisan sebelumnya, sudah dibahas berbagai komponen penting yang membentuk Ichimoku Kinko Hyo. Sekarang mari Kita ulas tentang konsep penting yang harus dipahami sebelum menggunakan Indikator ini. 

Kumo/Cloud
 
Kumo  yang berarti awan dalam bahasa Indonesia, merupakan konsep terpenting dan paling unik yang perlu dipahamin terlebih dahulu. Kumo terbentuk akibat adanya perbedaan antara dua garis Span A (1st span) dan Span B(2nd span). Senkou span A mewakili garis rata-rata tenkan sen dan kijun sen (periode 9 dan 26 -default). Sementara Senkou span B adalah representasi rata-rata harga tertinggi dan terendah dari 52 (default) periode tertentu.
 
Kalangan trader sering menggunakan istilah Up Kumo dan Down Kumo untuk menggambarkan posisi awan yang terbentuk pada grafik. Up Kumo terjadiketika garis Senkou Span A berada di atas garis Senkou Span B. Adapun Down Kumo terbentuk ketika garis Senkou Span A berada di bawah garis Senkou Span B.
 
Penggunaan Kumo
 
Kumo sendiri memiliki banyak kegunaan untuk membantu analisa dan aktifitas transaksi. Fungsi tersebut dapat digolongkan dalam 3 kategori, yaitu identifikasi trend, identifikasi area support-resistance dan indikator volatilitas harga.
 
1.    Trend
Seseorang dapat dengan mudah mengenali trend dengan cara sederhana, yakni dengan membandingkan posisi Kumo terhadap harga;
  • Jika Kumo berada di bawah harga, maka trend secara keseluruhan diasumsikan bullish.
  • Jika Kumo bergerak di atas harga maka asumsi keseluruhan trend adalah bearish.
  • Dan jika harga bergerak di dalam area Kumo/ awan, maka asumsi trend sideways atau bias.

 
Melalui identifikasi seperti ini, pengguna Ichimoku Kinko Hyo akan lebih mudah menyimpulkan kapan terjadinya reversal atau perubahan trend.
 
Dalam gambar 2, GBP memberi ilustrasi perubahan trend yang baik. Pada poin A dan F, trend turun dimulai setelah harga berhasil menembus area up Kumo, dan memulaitrend naik kembali ketika GBP berhasil menembus area down Kumo pada poin D.

 
Faktor timing dan price yang disediakan oleh Kumo ketika reversal terjadi, telah memenuhi standar pembuatan suatu sistem trading. Meski demikian, Kumo juga dapat memberikan indikasi dari berlanjutnya sebuah trend, seperti diilustrasikan pada poin B,C,E dan G. Hanya saja, validitas continuation ini tidak sekuat dan setinggi sinyal reversal.
 
2.    Support dan Resistance
 
Goichi Hosoda sendiri telah menyadari bahwa support dan resistance tidak dapat terbentuk dari satu atau dua level pasti saja, namun lebih kepada susunan level yang bergerak fleksibel dan dinamis sesuai pergerakan harga. Pedomannya pun cukup sederhana, hanya dengan menjadikan garis-garis pembentuk Kumo sebagai support atau resistance.
 
Ketika up trend, garis bagian atas Kumo akan berperan sebagai support pertama. Sedangkan garis atau batas terbawah Kumo berperan sebagai level support lanjutan.
 
Sebaliknya, ketika trend turun (Kumo berada di atas harga) maka bagian terendah dari Kumo akan berfungsi sebagai resistance pertama dan bagian tertingginya bertindak sebagai batas resistance akhir.
 
Dan ketika harga bergerak di dalam Kumo, maka dengan sendirinya bagian teratas Kumo menjadi level resistance dan bagian terbawah sebagai support.
 
 
Pada gambar 3, Euro Daily, terlihat bahwa support dan resistance yang disediakan tidak hanya memiliki tingkat validitas tinggi, namun level-level tersebut juga bersifat fleksibel karena terus bergerak mengikuti harga.
 
3.    Volatilitas
 
Kumo memiliki ketebalan yang berbeda, sesuai dengan pergerakan harga. Istilah ketebalan Kami pakai untuk menggambarkan jarak perbedaan antara dua garis pembentuk Kumo (Senkou Span A&B).
 
Semakin tebal jarak Kumo, maka semakin tinggi pula volatilitas pergerakan harga. Demikian pula sebaliknya, volatilitas yang mengecil diindikasikan oleh terbentuknya awan (Kumo) yang lebih tipis.
 
Hal ini terjadi karena perbedaan periode antara dua garis pembentuk Kumo. Tingginya volatilitas harga akan memaksa garis span A bergerak menjauh dari span B, yang pada akhirnya membentuk ketebalan Kumo itu sendiri. Demikian juga sebaliknya, jika volatilitas mengecil maka Kumo akan turut mengecil. Dari perspektif traders, hal tersebut tentunya akan mempermudah pengelolaan resiko.
 
Bersambung ...

Kirim Komentar Anda


Komentar