Kamis, 21 September 2017

Indikator Teknikal

Cara Mudah Menerapkan Analisa Teknikal(4)


Ditulis oleh: Iswardi LinggaCara Mudah Menerapkan Analisa Teknikal(4)
Selasa, 31 Juli 2012 15:34 WIB
Dibaca 12401

Setelah memahami level support dan resistance, mari beranjak pada pembahasan level kunci selanjutnya. Yakni tentang bagaimana cara mengukur level-level koreksi dan target pergerakan harga secara praktis.

Penting bagi Anda untuk mengetahui peran kedua level ini karena: Pertama, sebagai sarana untuk mendapat gambaran umum tentang pergerakan harga. Ke-dua, untuk memudahkan Anda dalam memulai transaksi/ menempatkan posisi baru, jika Anda telah memperkirakan level koreksi sebelumnya. Kedua level sangat membantu penempatan posisi likuidasi. Ke-tiga, Anda dapat dengan mudah mengukur rasio resiko dan reward dari setiap transaksi yang akan berlangsung.

Koreksi

Harga cenderung bergerak ke arah yang sama selama periode tertentu, namun bukan berarti tanpa fluktuasi. Seringkali, harga turun di saat belum kembali melanjutkan pergerakan utamanya. Pergerakan melawan arah utama tersebut dinamakan ‘koreksi’.

Koreksi pasar tidak dapat bergerak 100 % (atau lebih) dari pergerakan utama yang mendahuluinya. Koreksi dapat berkisar antara 10 hingga 80%, tergantung pada kuat atau lemahnya trend yang terjadi.

Fibonacci Retracement

Alat atau indikator yang umum digunakan untuk mengukur koreksi pasar adalah Fibonacci Retracement. Indikator ini sudah terpasang pada platform Monex Trader Anda.

Dalam trend normal,  harga cenderung terkoreksi sebesar 50% dari harga awal. Meski demikian, Anda juga perlu mewaspadai level-level 33% atau 61.8% pada Fibonacci. Mengingat koreksi juga sering terjadi pada level ini, terutama saat trend sangat kuat atau lemah. Ketika Euro mengalami penurunan tajam, koreksi hanya mencapai persentase 38,2% dari pergerakan utamanya (lihat gambar 1).

Namun, saat trend sudah mulai melemah atau berada dalam fase matang, koreksi lazimnya mencapai 50% atau 61,8% level Fibonacci (lihat gambar 2). Melalui pengukuran level tersebut, Anda dapat menemukan level masuk posisi dengan lebih baik dan terukur. Level entry terbaik juga bisa didapat dengan menggabungkan penggunaan level koreksi Fibonacci dengan level support.

Target Harga

Anda dapat menerpakan analisa teknikal dengan menggunakan rasio-rasio Fibonacci atau pola harga. Perbedaan hanya pada tingkat kemudahannya saja.

Fibonacci Expansion

Fibonacci Expansion telah terpasang pada platform Monex Trader, sehingga Anda tidak perlu menghitungnya sendiri.

Setelah mengalami koreksi, biasanya harga cenderung kembali bergerak antara 100% atau 161.8% dari pergerakan awal sebelum koreksi. Euro bergerak mencapai 100% dari pergerakan sebelumnya pada periode Agustus 2009 – Februari 2010.

Dalam trend yang kuat, harga dapat mencapai angka 261.8% hingga 462.8% dari pergerakan tersebut.

Pada bulan April hingga Mei 2010, Euro bergerak sebesar 261.8% dari pergerakan awal yang terjadi pada bulan Maret 2010 (gambar 4).

Tentu saja, mungkin sekali terlihat level-level dimana harga bergerak kurang atau lebih dari level yang disediakan oleh Fibonacci. Anda juga dapat menggabungkan Fibonacci Expansion dengan level resistance yang sudah dibahas sebelumnya untuk memaksimalkan level likuidasi posisi Anda.

Silahkan melatih strategi trading anda pada platform online trading dengan mendaftar demo account di sini.

Kirim Komentar Anda


Komentar

rigah hansa 28 Oktober 2013
suka
Andi Syaf.R.Noer,SE 27 Oktober 2014
bagaimana sih meng aplikasikan Fpbonacci tertacemen ?maksudx dimana level tepat start mengukur level 100% dan 0% nya?
Andi Syaf.R.Noer,SE 27 Oktober 2014
bagaimana sih meng aplikasikan Fpbonacci tertacemen ?maksudx dimana level tepat start mengukur level 100% dan 0% nya?
Ariston Tjendra 6 November 2014
Selamat Siang Pak Andi, implementasi yang biasa saya terapkan, titik 0% dan 100% saya letakan di ujung-ujung saat sekumpulan batang harga mulai berbalik. Seperti yang tergambar pada gambar no 2 di atas.

Terima kasih