Senin, 24 Juli 2017

Indikator Teknikal

Analisa Forex dengan Moving Average


Ditulis oleh: Ariston TjendraAnalisa Forex dengan Moving Average
Kamis, 2 Juli 2015 17:01 WIB
Dibaca 3731

Moving Average adalah salah satu indikator teknikal yang bisa digunakan untuk analisa sebelum melakukan trading. Analisa forex sering menggunakan Moving Average sebagai salah satu indikator.

Moving Average line dibentuk oleh rata-rata harga dalam suatu periode tertentu. Atau bisa dikatakan bahwa history dari harga-harga membentuk garis Moving Average. Jadi bisa disimpulkan indikator Moving Average ini termasuk indikator lagging (terlambat). Oleh karena itu penggunaannya harus dengan bijaksana tidak bisa hanya melihat pergerakan di ujung garis saja.

Ada berbagai jenis Moving Average berdasarkan formula pembentukannya yaitu Simple Moving Average, Exponential Moving Average, Linear Weighted Moving Average dan Displaced Moving Average. Para trader memilih tipe Moving Average yang berbeda sesuai dengan preferensi masing-masing.

Seacara umum, dua tujuan dari penggunaan garis Moving Average yaitu;

1. Untuk menentukan arah/tren pergerakan harga.
2. Untuk menentukan area tahanan atau support dan resisten.

Untuk menentukan arah/tren pergerakan harga, garis Moving Average (MA) ini bisa cukup efektif. Pergerakan harga di atas MA dengan periode tertentu bisa mengindikasikan bahwa harga masih berpotensi menguat, dan sebaliknya pergerakan harga di bawah MA tersebut mengindikasikan bahwa harga masih berpotensi turun.

Slope atau derajat kemiringan dari garis MA juga bisa menentukan arah. Bila slope garis Moving Average mengarah ke atas, ada potensi harga masih menguat dan bisa slope mengarah ke bawah, ada potensi harga masih melemah.

Contoh penggunaan garis Moving Average adalah dengan menggunakan periode Moving Average 20 pada grafik dengan time frame H4 / 4 jam atau H1/ 1 jam.

Sementara untuk menentukan arah tahanan atau support dan resisten, banyak trader menggunakan garis Moving Average dengan periode yang besar seperti MA periode 50, 100, 200. Garis Moving Average periode 200 banyak dijadikan acuan support dan resisten yang kuat oleh para trader. Ini bisa dibuktikan bahwa ketika harga menyentuh periode MA 200, seringkali harga akan berbalik arah kembali.

Grafik Contoh Penggunaan Garis Moving Average pada EUR USD


Sumber: Meta Trader 4 Monex Investindo Futures


Dalam implementasinya, banyak trader mengkombinasikan beberapa garis Moving Average dan menunggu crossover atau persilangan antara garis MA untuk mencari indikasi pergerakan harga. Beberapa kombinasi seperti MA 3 dengan MA 20, MA 5 dengan MA 21, MA 100 dengan MA 200, dan seterusnya. (Baca: Crossing MA Bisa Menguntungkan)

Sebelum menggunakan dan memilih garis Moving Average, ada baiknya para trader melakukan pengamatan terlebih dahulu. Tujuannya adalah untuk mengenal karakteristik dari garis MA yang akan dipakai dan hubungannya dengan pergerakan harga. Pengamatan ini penting untuk menyesuaikan dengan strategi trading masing-masing trader.

Kirim Komentar Anda


Komentar