Senin, 25 September 2017

Indikator Teknikal

Profit Setiap Hari dengan Teknik Scalping Forex


Ditulis oleh: DimasProfit Setiap Hari dengan Teknik Scalping Forex
Selasa, 22 September 2015 16:24 WIB
Dibaca 5319

Istilah 'scalping' tentu tidak asing di telinga investor di pasar keuangan. Teknik scalping forex trading satu ini kerap dipakai oleh trader jangka pendek untuk menghasilkan keuntungan. Prinsipnya adalah dengan mengumpulkan keuntungan sedikit-sedikit namun dilakukan secara sering.
Scalping adalah teknik trading jangka pendek dengan cara mengambil keuntungan dalam jumlah kecil dari volume transaksi yang banyak. Para scalper bisa keluar masuk posisi hingga ratusan kali sehari untuk mengumpulkan keuntungan sebanyak mungkin dari pergerakan harga yang kecil. Walaupun terdengar mudah, teknik ini membutuhkan keterampilan dalam membaca supply-demand di pasar serta membutuhkan kesabaran ekstra tinggi.

Trader dengan karakteristik scalper tidak pernah memegang posisi sampai hitungan tahun, bulan atau bahkan harian. Mereka pasti melakukan jual beli setiap hari hingga berkali-kali sampai target profitnya tercapai atau hingga pasar tutup. Pada prinsipnya, keuntungan yang mereka dapat dihitung berdasarkan jumlah kemenangan tanpa melihat berapa nilai yang dimenangkan. Scalper yang sukses adalah yang mencetak persentase kemenangan lebih banyak dibandingkan kerugian, dan tentunya keuntungan yang lebih besar dari kerugian.

Dari sisi gaya trading, scalper akan melakukan sejumlah transaksi setiap hari, mulai dari 5, 10 hingga ratusan kali. Timeframe yang dipakai dalam chart adalah 1-menit karena mereka membutuhkan periode yang paling mendekati real-time. Sementara jenis eksekusi yang dipakai adalah instant execution supaya scalper mendapat level harga yang diincar.

Investor yang tidak termasuk dalam kriteria trader jangka pendek juga bisa melakukan scalping, terutama saat pergerakan harga sedang choppy atau terkunci di dalam kisaran sempit. Saat harga tidak mengarah ke suatu trend dalam timeframe yang panjang, tidak ada salahnya untuk menggeser periode ke timeframe yang lebih pendek untuk melihat trend. Di sinilah biasa muncul peluang untuk melakukan scalp, yang tidak bisa dilihat dalam kerangka waktu yang lebih panjang.

Trading ala scalper juga identik dengan manajemen risiko. Pada dasarnya setiap posisi bisa dibuat scalping dengan cara mengambil profit dekat rasio perhitungan risk to reward 1 : 1. Artinya, jumlah keuntungan yang diambil sama dengan ukuran stop yang dirancang sebelumnya. Sebagai contoh, seorang trader masuk posisi untuk scalping di harga $20 dan menempatkan stop awal di $19.90. Dengan demikian maka rasio risk to reward 1 : 1 akan tercapai saat harga menyentuh $20.10.

Untuk melatih teknik scalping hingga mahir, trader bisa melihat tutorial praktiknya di jurnal, buku maupun video edukasi. Strategi ini memang belum tentu cocok bagi semua orang tetapi dengan mengetahui cara kerjanya, trader bisa ikut membidik keuntungan khususnya saat harga bergerak choppy. Semoga informasi ini bermanfaat!

Kirim Komentar Anda


Komentar

Hidayat 3 Maret 2016
Selamat pagi Pak Dimas... mengutip dari tulisan bapak, "Untuk melatih teknik scalping hingga mahir, trader bisa melihat tutorial praktiknya di jurnal, buku maupun video edukasi." Tutorial, video edukasi itu ada dimana ya? Terima kasih... maaf pak, Newbie...
Ariston Tjendra 3 Maret 2016
video edukasi bisa di searching di google