Belajar Trading

ariston
Kamis, 10 Maret 2011 13:43 WIB

No Plan No Gain

Ditulis oleh: Ariston Tjendra / Head of Research and Analysis
Dibaca 2611

Salah satu kunci kesuksesan trading tak lain adalah konsistensi dalam menjalankan rencana investasi. Layaknya sebuah bisnis konvensional, seorang trader harus terlebih dahulu menerjemahkan tujuan utama. Business plan pada umumnya mencakup strategi jitu, target market yang jelas, kalkulasi biaya dan probabilitas keberhasilan. Ketika rencana awal tidak berjalan sempurna, ada baiknya untuk merancang plan B agar tujuan bisnis tidak berhenti.

Bayangkan bila Anda memulai bisnis tanpa rencana yang tersusun rapi, bagaimanakah hasilnya?
 
Banyak trader menjalankan trading dengan hanya mengandalkan feeling, rumor atau bahkan spekulasi semata. Tipikal trader seperti ini meyakini bahwa pasar mengarah pada trend tertentu tanpa dilandasi oleh sistem trading yang jelas. Aksi trading dengan cara demikian tetap dapat menghasilkan keuntungan, tapi pasti tidak akan bertahan lama.
 
Demi meraih hasil yang optimal di pasar keuangan, ada baiknya Anda mulai membuat rencana matang. Masterplan ini nantinya akan menjadi panduan bagi seluruh aktifitas trading Anda di lantai bursa. Sehingga segala tindakan transaksi tidak akan keluar dari jalur yang ditetapkan.
Salah satu anggota grup Turtle Trader, Curtis M. Faith, menekankan pentingnya perencanaan trading ke dalam sebuah buku berjudul Way of the Turtle. Pada literatur tersebut, sang legenda pasar berjangka membagi trading plan ke dalam 6 komponen utama, yakni:
 
Pasar: Instrumen yang akan diperjual belikan
Keputusan pertama adalah menentukan di pasar mana Kita akan trading, misalnya: GBP/USD, XAU/USD, hk_hkk50 dan sebagainya. Pilihlah pasar yang karakternya sesuai dengan sistem trading Kita.
 
Jumlah Posisi: Besaran lot yang akan diperjual belikan
Jumlah lot menentukan manajemen resiko dengan mentoleransi besaran resiko yang bisa Kita terima.
 
Titik masuk: Waktu yang tepat untuk membuka posisi beli atau jual
Titik masuk ditentukan oleh sinyal dari sistem trading yang kita jalankan.
 
Stop: Waktu yang tepat untuk keluar dari posisi rugi
Titik keluar dari pasar ketika merugi menentukan eksistensi Anda selanjutnya. Lakukan Stop sebelum kita membuka posisi lagi, hal ini penting untuk menjaga Anda tetap berada di pasar.
 
Exit:Waktu yang tepat untuk keluar dari posisi untung
Titik keluar ketika telah meraup keuntungan bisa mencegah Anda kehilangan profit di depan mata.
 
Sebelum membuat rencana trading, Anda harus menentukan sistem trading yang akan dipakai. Misalnya dengan menggunakan sistem breakout, kombinasi antara stochastic dan MA, ataupun mengkolaborasikan Fibonacci bersama MACD dan lain sebagainya. Sistem trading tersebut akan memberi gambaran bagi Anda untuk membuka dan menutup posisi, menambah jumlah lot dan seterusnya. Dengan berpedoman pada sistem trading, Anda dapat membuat rencana trading yang baik sekaligus handal.
 
Jangan lupa untuk tetap konsisten menjalankan rencana awal. Lakukan evaluasi secara periodik hingga mencapai keuntungan optimal. Selamat Mencoba!

Kirim Komentar Anda


Komentar

winda 8 April 2011
banyak sekali kebingungan dlm bertrading ini,klo ambil loss 5% brp keuntungan yg hrs diambil ? trims
guard 8 April 2011
Target profit sebenarnya disesuaikan dengan strategi trading yang kita pakai. Tapi kalau mau stabil, bisa digunakan teori Reward:Risk minimal = 1:1, kalau bisa 2:1.
syaldan 13 Desember 2012
bagaimana komentarnya kalau ada perusahaan yang memakai round bukan lot, jadi 1 round = 3 lot.
bagaimana menurut anda sangat risk atau tidak?
Ariston Tjendra 18 Desember 2012
1 round = 3 lot, itu sangat riskan sekali. Apalagi bila tidak ditunjang oleh equity yang memadai.