Belajar Trading

ariston
Rabu, 6 April 2011 13:53 WIB

Crossing MA Bisa Menguntungkan

Ditulis oleh: Ariston Tjendra / Head of Research and Analysis
Dibaca 8048

Indikator Moving Average (MA) adalah indikator yang umum dipakai oleh para trader dunia. Bahkan banyak sistem trading menggunakan indikator Moving Average sebagai acuannya. Salah satu sistem yang sudah lama diterapkan adalah sistem Crossing MA.

Crossing MA atau perpotongan antara 2 MA atau lebih dapat memberikan sinyal masuk untuk membuka posisi beli atau jual. Memang Moving Average adalah indikator lagging atau indikator yang terlambat, akan tetapi bila Kita gabungkan dengan indikator lain justru dapat memberi sinyal yang bagus.
 
Pada artikel ini, Kita memakai Moving Average periode 4 exponential dan periode 20 exponential. Kita kombinasikan penggunaannya dengan MACD 12,26,9 yang umum dipakai. Sebelumnya, mari Kita analisa grafik EURUSD 30 menit berikut ini:
 
Grafik 1: EUR/USD M30 monex trader
 
Aturan dari sistem ini adalah sinyal beli terjadi jika MA 4 baru memotong ke atas MA 20 dan histogram MACD berada di atas garis 0 dan garis signal. Sementara sinyal jual terjadi jika MA 4 baru memotong ke bawah MA 20 dan histogram MACD berada di bawah garis 0 dan garis signal.
 
Pada grafik 2 di bawah ini, terjadi crossing antara MA 4 dengan MA 20 ke arah atas, tetapi pada MACD belum terlihat histogram berada di atas garis signal dan nol. Baru pada batang ke-tiga setelah perpotongan terjadi, histogram MACD berada di atas garis signal dan nol. Pada saat itu, Kita dapat membuka posisi beli dengan target profit pada resisten terdekat dan stop loss jika harga kembali memotong dan tutup di bawah MA 20.
 
 
 
Grafik 2: Sinyal Beli monex trader                        Grafik 3: Sinyal Jual monex trader
 
Sementara untuk sinyal jual, Kita perhatikan grafik 3, harus terjadi perpotongan MA 4 terhadap MA 20 ke arah bawah dan histogram sebaiknya berada di bawah garis signal dan nol. Pada grafik 3, batang ke-8 setelah terjadi perpotongan, baru Kita bisa membuka posisi jual. Target profit kita siapkan pada support terdekat dan lakukan stop loss  jika harga kembali menembus dan tutup di atas MA 20.
 
Meski sistem ini cukup sederhana untuk dijalankan, tetapi cukup berpotensi menghasilkan keuntungan dalam trading. Melalui latihan serta pengamatan yang kontinyu dan konsisten, Kita akan terbiasa menggunakan sistem ini dengan target profit dan stop loss yang diharapkan.

Kirim Komentar Anda


Komentar

Anastasya Azarine H 15 Mei 2011
Sy mau tanya Pak... Klo MA Ekponensial periode 4 dan 20 lalu aplikasinya pada Close, Open, HLC/3 atau apaan ya?
Anastasya Azarine H 15 Mei 2011
Sy mau tanya Pak... Klo MA Ekponensial periode 4 dan 20 lalu aplikasinya pada Close, Open, H, L, HLC/3 atau apaan ya? Mhn bantuan nya...
Martin 22 Mei 2011
MA nya knp pake EXPONENSIAL....? Bgmn klo Simple or smoothed....?
Martin 22 Mei 2011
Pak Ariston, MA nya knp pake EXPONENSIAL....? Bgmn klo Simple or smoothed....? klo terjadi crossing... kiar2 brp point yg bs kita ambil untuk TP ? Mhn penjelasannya.... Suwun...
Ariston 4 Mei 2012
@ Anastasya: EMA applied di close, thanks

@ Martin: Sebenarnya sama aja, cuma eksponential lebih cepat responnya dibandingkan simple, dan smoothed lebih cepat dari keduanya, thanks
dafid 14 Juni 2012
Bisakah diterapkan untuk trading emas?
Jaya Momo 20 Agustus 2012
Silahkan dipelajari dan dilatih lebih lanjut di market.
hendra konjo 2 Oktober 2012
selamat pagi pak ariston, saya masih baru dalam dunia trading yang ingin saya tanyakan crossing MA itu baiknya menggunakan waktu yang berapa, 5 menit, 15 menit atau yang berapa menit?
trus apakah ada indikator lain yg bisa mengkonfirmasi dr crossing MA tersebut supaya bisa lebih yakin bahwa harga akan naik / turun? terima kasih ya pak.
mohon bimbingannya, saya sudah banyak lose di market.
Ariston Tjendra 2 Oktober 2012
@hendra konjo - crossing MA bisa dipakai di TF manapun, hanya saja semakin kecil TF nya semakin banyak noise atau false signal.
TF yang dipakai di tutorial ini TF 30 menit.

Pada tutorial saya menggunakan MACD sebagai penguat sinyal. Saat crossing MA terjadi, tidak langsung masuk pasar, tapi itu hanya sinyal atau indikasi. Nah untuk masuknya diperkuat dengan kondisi MACD. (Bisa dibaca paragraf-paragraf di bawah grafik 1.

Setiap trading tetap ada resikonya. Sebagus apapun strategi tetap ada miss nya. Jadi harus ditentukan tingkat resikonya sebelum masuk pasar.