Senin, 23 Januari 2017

Strategi Trading

Trading AUD/USD dengan Berita


Ditulis oleh: Ariston TjendraTrading AUD/USD dengan Berita
Kamis, 21 Maret 2013 14:58 WIB
Dibaca 5978

Monexnews - Data-data ekonomi yang biasanya berpengaruh adalah data ekonomi yang dirilis oleh Australia. Dan data-data ini biasanya dirilis sekitar pukul 7.30 WIB saat musim dingin atau pukul 8.30 WIB saat musim panas. Beberapa data yang memiliki dampak yang cukup besar terhadap pergerakan AUD/USD antara lain:

-          Data neraca perdagangan (Trade Balance)

-          Data perubahan jumlah tenaga kerja (Employment Change)

-          Data penjualan ritel (Retail Sales)

-          Pengumuman suku bunga acuan dari bank sentral Australia (Cash Rate)

Data-data di atas adalah data-data yang menggambarkan kesehatan ekonomi Australia. Biasanya sesaat setelah data-data tersebut keluar, harga langsung bereaksi. Dan bila datanya negatif, biasanya harga langsung turun, dan sebaliknya bila datanya lebih bagus dari prediksi, harga biasanya langsung menguat. Namun kita harus mewaspadai sentimen pelaku pasar yang membayangi pergerakan instrumen ini. Karena sentimen ini bisa membawa harga berbalik tidak mengikuti arah yang diberikan oleh data yang dirilis. Misalnya saat ini instrumen AUDUSD selalu nampak tertekan turun yang bisa berarti saat ini sentimen pelaku pasar terhadap instrumen tersebut adalah negatif.

Mari kita perhatikan beberapa grafik yang memperlihatkan reaksi harga setelah data keluar.

 

 

Dari pengamatan kinerja harga terhadap data di masa lalu, seperti tergambar di atas, kita bisa melakukan strategi trading dengan menempatkan order stop buy dan order stop sell pada level-level penting yang telah kita tentukan. Berikut langkah-langkahnya:

  1. Gunakan grafik 5 Menit.
  2. Tarik Fibonacci Retracement dari level tertinggi dan terendah yang terjadi dari pukul 5.00 WIB hingga sesaat sebelum data dirilis.
  3. Tentukan level 50%-nya.
  4. Tempatkan order stop buy dan stop sell dengan lokasi sbb:

-          Bila level tertinggi lebih dekat dengan penutupan harga batang 5 menit sebelum data rilis, gunakan level tertinggi tersebut untuk penempatan order stop buy.

-          Bila level terendah lebih dekat dengan penutupan harga batang 5 menit sebelum data rilis, gunakan level terendah tersebut untuk penempatan order stop sell.

-          Dan jika penutupan harga batang 5 menit sebelum data rilis tersebut yang dibandingkan dengan level tertinggi atau terendah dan  level 50% Fibonacci retracement ternyata posisinya lebih dekat dengan level 50% Fibonacci retracement tersebut, maka level 50% itu yang digunakan untuk penempatan order stop buy atau order stop sell.

  1. Level stop loss bisa kita tempatkan di level tertinggi atau terendah yang sudah terbentuk dari pukul 5.00 WIB hingga sesaat sebelum data dirilis dengan arah yang berlawanan. Misalnya jika kita menempatkan order stop buy, kita menempatkan stop loss di level terendah dan sebaliknya jika order stop sell, kita menempatkan stop loss di level tertinggi.
  2. Level profit bisa kita gunakan ekstensi Fibonacci retracement untuk mengukur target profit yaitu level 161.8%, 200%, 300% atau bila kisaran harga sebelumnya cukup besar, kita bisa menggunakan level 123.6%, 138.22% dan 150% sebagai acuan target profit.

Mari kita perhatikan contoh penerapan langkah-langkah di atas pada grafik berikut:

Silahkan melatih strategi trading anda pada platform online trading dengan mendaftar demo account di sini.

 

Kirim Komentar Anda


Komentar

Boi Sutanto 5 Agustus 2013
terimakasih bang .. pagi ini sy coba teknik ini ' ..berhasil gain dg pasang sell top tadi .. buy stop ga keburu dipasang krn hrg sudah turun :D