Sabtu, 21 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

Strategi Trading

Pengaruh Psikologi Trading terhadap Prediksi Trading Forex Terbaik


Ditulis oleh: DimasPengaruh Psikologi Trading terhadap Prediksi Trading Forex Terbaik
Selasa, 11 Agustus 2015 15:20 WIB
Dibaca 1403

Faktor psikologis berperan penting dalam trading forex. Sebaik apapun skill transaksi anda, kesuksesan jangka panjang tidak akan bisa diraih tanpa mentalitas yang bagus. Untuk urusan ini, pelaku pasar keuangan memiliki beberapa musuh yang asalnya dari dalam diri sendiri yaitu:

1. Keserakahan

Sifat rakus adalah musuh utama bagi trader forex. ‘Iblis’ satu ini selalu membisikkan kepada kita untuk mengambil keuntungan lebih besar lagi, tidak peduli sudah berapa banyak profit yang kita kantongi. Keserakahan merupakan hal yang lumrah, mengingat manusia zaman sekarang sangat berorientasi pada uang atau money-oriented. Mereka yang bermain di pasar keuangan tahu bahwa kesuksesan hanya diukur dengan pundi-pundi keuntungan hasil trading, bukan dari aspek lain. Kemudian bagaimana cara untuk mengendalikan diri kita? Trading forex terbaik harus disertai dengan perencanaan yang baik pula. Pertama, kita harus menekankan pada diri sendiri bahwa rencana-rencana itu harus ditaati apapun yang terjadi. Sebisa mungkin menutup celah untuk masuknya keputusan emosional, dan selalu mengutamakan logika. Disiplin adalah ilmu psikologi trading pertama yang harus dikuasai oleh trader manapun.

2. Ketakutan

Rasa takut kerap membayangi, terutama bagi pelaku pasar valas yang baru mau mulai transaksi. Ketakutan (merugi) biasanya sangat mengintimidasi pikiran sehingga kita takut untuk mengambil posisi. Berlawanan dengan keserakahan, rasa takut justru membuat kita selalu negative-thinking, padahal forex trading yang baik sesungguhnya membutuhkan optimisme kuat dalam hal eksekusi. Trader yang penakut akan menghadapi kerugian dengan sikap berlebihan, kehilangan logika sehatnya dan tidak mau bertindak. Dalam situasi loss, ia akan memegang posisi rugi terlalu lama karena tidak terima kenyataan kalau uangnya hilang. Kebimbangan yang terlalu lama ini justru bisa berdampak buruk karena jumlah modal akan tergerus akibat keengganan untuk melepas posisi rugi tadi. Masih banyak efek negatif lainnya yang dihasilkan oleh rasa takut. Namun semua bisa ditangani apabila kita patuh pada pasal-pasal dalam perencanaan trading yang dibuat di awal.

3. Euforia

Rasa gembira atau optimis yang berlebihan adalah salah satu musuh kasat mata bagi trader forex. Euforia seakan menjanjikan profit berlipat dari kondisi apapun di pasar, meski dalam kenyataannya tidak demikian. Perasaan ini membuat kita hanya melihat yang indah-indah saja dan mendorong rasa percaya diri yang berlebihan. Bagi trader yang sudah berpengalaman, perasaan ini bukanlah musuh besar karena mereka sudah mampu memiliki kendali yang kuat. Tetapi bagi trader pemula, pengaruhnya bisa sangat menjerumuskan. Supaya tidak terjebak dalam euforia berlebihan, kita harus menyadari bahwa keuntungan yang kita dapat bukanlah suatu hal yang permanen. Analisa pribadi bisa salah dan prediksi forex hari ini tidak selalu akurat. Satu kemenangan tidak akan diikuti oleh kemenangan berikutnya apabila kita tidak membuat perencanaan secara baik. Trader bukanlah orang jenius yang analisanya selalu akurat, jadi pastikan untuk bersikap biasa saja setelah membukukan profit dan mulai semuanya dari awal lagi.

4. Panik

Inilah musuh terbesar bagi trader pemula. Panik adalah lawan dari euforia, di mana bisa membuat seorang trader tidak bisa melihat segala sesuatunya dengan jernih. Biasanya hal yang paling sering membuat panik adalah volatilitas harga di pasar. Ketika pasar sedang riuh, otak kita meresponnya dengan kepanikan sehingga apapun yang kita lakukan tidak sesuai lagi dengan rencana awal. Kepanikan bisa berakibat buruk terhadap sisi emosional trader. Jika berlangsung terlalu lama, itu bisa menyebabkan stress dan penurunan rasa percaya diri. Ketika mengalaminya, trader disarankan untuk rehat dan kembali menelaah prinsip dasar dunia trading. Ketika kita kalah, ada investor lain di luar sana yang meraih keuntungan. Hadapilah volatilitas harga dengan memasang ‘stop’ yang ketat untuk melindungi nilai modal dan kesehatan psikologis kita sendiri.

Untuk mengatasi semua permasalahan di atas, kita dituntut untuk menurunkan keterlibatan emosi di setiap transaksi. Calon trader yang hebat harus sadar bahwa kegagalan dan kesuksesan tidak terkait dengan hoki semata, namun merupakan buah dari konsekuensi logis. Jika mentalitas seperti ini bisa dikuasai, maka hasil transaksi kemungkinan bisa sejalan dengan prediksi forex di perencanaan awal.

Kirim Komentar Anda


Komentar