JAKARTA

TOKYO

LONDON

NEW YORK

SYDNEY
Welcome Guest, please [Sign In] [Register]
 
"An investor without investment objectives is like a traveler without a destination." -Ralph Seger

Indonesia | English

TOP NEWS
Dollar Takluk !
Setelah semua data dirilis, Dollar kembali menunjukkan pelemahan lebih lanjut di akhir minggu, mencapai titik terendah mingguan baru ...


 
 
0.25 % 1.00 %
0.10 % 0.50 %
4.50 % 0.75 %
0.25 % 2.50 %
5.31 % 6.50 %

Emas Stabil, Permintaan Masih Hangat
28 Juli 2010   23:09


Emas hanya bergerak di seputar $1160 per ons pada perdagangan hari Rabu, setelah anjlok hingga menyentuh titik terendah 3 bulan pada hari Selasa. Pergerakan harga emas ini dipicu oleh keraguan investor atas perekonomian AS dan oleh permintaan yang kuat dari konsumen papan atas India.

Seiring meredanya kekhawatiran terhadap krisis hutang zona euro dan optimisme atas earnings, beberapa kekhawatiran tentang prospek perekonomian global pun berkurang. Sehingga emas cenderung menjadi lebih lemah, terutama setelah menembus level support kunci.

Saat ini emas diperdagangkan pada kisaran $1159.80 per ons, dibandingkan $1159.65 pada hari Selasa.
 
Harga emas turun hampir 2% pada hari Selasa seiring aksi jual komoditas setelah lemahnya data kepercayaan konsumen AS, menyeret logam mulia turun menembus level support kuncinya. "Secara teknikal, saat ini emas terlihat sangat bearish, dan sejak kemarin semua pergerakan lebih diakibatkan faktor teknikal," kata Walter de Wet, analis pada Standard Bank. "Saya rasa penurunan masih akan berlanjut, tetapi untuk jangka panjang pasar masih terlihat bullish, Permasalahan yang sama akan mendorong emas kembali tinggi," tambahnya.
 
Sementara itu, Daniel Briesemann, analis pada Commerzbank mengatakan, terlepas dari sedikitnya pemulihan logam hari ini, diversifikasi ke dalam aset lain, melemahnya permintaan musiman dan kecenderungan untuk melikuidasi posisi jangka panjang masih terus menekan harga emas. "Kami melihat adanya perpindahan dana dari aset safe haven seperti emas ke aset yang beresiko seperti saham dan minyak," kata Briesemann.

follow us on twitter        

BERITA TERKAIT :