Jumat, 28 Juli 2017

cfd  CFD

2 Hari Roadshow, Saham Alibaba Sudah Kebanjiran Peminat

Rabu, 10 September 2014 14:43 WIB
Dibaca 671

Monexnews - Perusahaan jual beli online, Alibaba, diprediksi mampu memecahkan rekor nilai initial public offering (IPO) di bursa saham Amerika Serikat. Indikasi itu terlihat dari besarnya animo investor untuk memiliki saham perseroan asal China tersebut sepanjang road show yang hanya berlangsung dua hari.

Alibaba dilaporkan sudah kebanjiran pesanan saham dari hanya dalam dua hari terakhir. Volumenya bahkan diklaim sudah cukup untuk memecahkan rekor IPO saham teknologi yang dipegang oleh Facebook. Belum ada kabar jelas tentang dari mana pesanan-pesanan saham berasal, namun penawarannya dipastikan tidak meleset dari kisaran indikatif $60-66 per saham. Rincian soal harga penawaran saham perdana sendiri sebenarnya belum dirilis oleh perusahaan dan pihak underwriter.

Apabila laporan yang dirilis Reuters akurat, maka raihan dana Alibaba dalam IPO mendatang akan tembus $21.1 miliar atau melampaui rekor perolehan modal emiten teknologi yang disandang Facebook pada tahun 2012 lalu yakni $16 miliar.

Raksasa internet asal Tiongkok ini bahkan berpeluang mencetak rekor IPO lebih tinggi apabila pihak koordinatornya mengambil opsi untuk menjual sahamnya ke publik. Jika ini yang terjadi maka total dana yang diraup oleh perusahaan akan mencapai $24.3 miliar atau melampaui rekor IPO Agricultural Bank of China yang sebesar $22.1 miliar di tahun 2010 lalu.

Seperti diberitakan kemarin, Alibaba sudah mengadakan pertemuan dengan calon investor di hotel Wadorf-Astoria, New York sebagai bagian dari road show jelang IPO bulan ini. Di hadapan pemodal, CEO dan pendiri, Jack Ma, menjelaskan visi dan misi perusahaannya setelah resmi go public dalam beberapa hari ke depan. Ma menceritakan tentang perjalanan panjang Alibaba untuk menguasai pasar e-commerce China dan memaparkan strategi bisnisnya, berikut dengan struktur perusahaan secara terperinci.

"Kami fokus mengelola pertumbuhan pasar konsumsi China ketimbang memperluas bisnis ke luar negeri," ujarnya. Bersama dengan anak usaha yang bergerak di bisnis pembayaran online, Alipay, perusahaan optimis mampu meningkatkan jumlah labanya. Alibaba berjanji untuk mempermudah aktivitas transaksi bagi konsumen sehingga minat belanja via internet semakin tinggi.

Meski belum ada pernyataan resmi, kalangan media memperkirakan IPO Alibaba akan berlangsung pada 18 September mendatang. Perusahaan underwriter yang dipilih adalah Credit Suisse, Deutsche Bank, Goldman Sachs, J.P. Morgan, Morgan Stanley dan Citigroup.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar