Selasa, 28 Maret 2017

cfd  CFD

4000 Karyawan Starbucks Antri untuk Beasiswa Kuliah

Jumat, 5 September 2014 13:15 WIB
Dibaca 1124

Monexnews - Sekitar 4000 orang karyawan perusahaan gerai kopi terbesar dunia, Starbucks, mengajukan program beasiswa belajar kepada pihak perusahaan. Pihak direksi memang mengadakan program tersebut untuk membantu pekerjanya meraih gelar sarjana. 

Apabila disetujui oleh perusahaan, karyawan yang sudah mengajukan proposal beasiswa bisa mengikuti kelas kuliah online di Arizona State University. Pembayarannya sendiri memakai sistem reimbursement sebagaimana sering diterapkan oleh perusahaan-perusahaan dalam proses pencairan tunjangan kesehatan karyawan.

Sebanyak 4000 karyawan dikabarkan sudah mendaftarkan diri untuk beasiswa. Namun jumlah pasti calon mahasiswa yang berhak mendapat fasilitas itu baru bisa diketahui pertengahan September mendatang atau periode penerimaan siswa baru. Keterangan tersebut diungkap langsung oleh juru bicara Starbucks, Laurel Harper, kepada awak media.

Program beasiswa Starbucks dijalankan memakai mekanisme khusus. Perusahaan membayar biaya kelas selama karyawannya menjalani kegiatan belajar mengajar. Starbucks maksimal akan mengganti biaya kuliah sampai 58%, sedangkan 42% sisanya dibayarkan sendiri oleh karyawan. Sementara untuk mahasiswa tahun ajaran baru dan mereka yang sedang menjalani tahun ke-duanya, Arizona States akan membantu biaya tuisi atau uang kuliah sebanyak 22%.

"Kami ingin mereka menyelesaikan gelar sarjananya," ujar Harper. Starbucks memilih untuk memberikan uang pengganti setelah karyawan menyelesaikan kelas studinya ketimbang membayarnya di muka. Dengan begitu, maka setiap karyawan harus bersungguh-sungguh menyelesaikan kuliahnya kalau ingin biaya kampus diganti oleh kantor.

Seperti sudah diberitakan pertengahan tahun ini, Starbucks memang berkomitmen membayar uang kuliah (tuisi) barista-nya yang masih menempuh pendidikan, baik untuk pekerja full-time ataupun paruh waktu. Pembayaran dilakukan dengan memakai sistem reimbursement dan berlaku selama dua tahun. Tuisi adalah biaya kuliah seperti SKS untuk membiayai operasional dan sarana prasarana kampus, mulai dari gaji karyawan, pengadaan laboratorium hingga lapangan olahraga. Bagi seorang siswa dan mahasiswa, tuisi merupakan salah satu komponen pembiayaan yang kerap menjadi beban selain biaya akomodasi dan uang makan. Tidak semua perguruan tinggi di Amerika Serikat memungut uang kuliah, namun masih banyak yang membebani mahasiswa dengan biaya ini.

Dengan menjalin kerjasama dengan program studi online Arizona State University, Starbucks mempersilakan karyawannya memilih lebih dari 40 jurusan non-sarjana (D1-D3), dan tidak terbatas pada fakultas bisnis saja. Dalam pernyataannya bulan Juni lalu, CEO Howard Schultz mengatakan bahwa Starbucks ingin membantu 'mitra kerja'-nya untuk memenuhi mimpi seperti orang Amerika lainnya. "Mendukung cita-cita partner kami adalah investasi terbaik yang bisa kami lakukan," ujarnya.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar