Selasa, 30 Mei 2017

cfd  CFD

5 Perusahaan Paling Dikagumi Dunia

Jumat, 1 Maret 2013 11:49 WIB
Dibaca 856

Monexnews - Fortune kembali merilis daftar 'Most Admired Companies' untuk tahun ini. Selain kinerja keuangan yang solid, perusahaan-perusahaan yang masuk di dalamnya juga harus memiliki rekam jejak bisnis mumpuni dan reputasi bagus di industrinya masing-masing. Tidak hanya itu, prospek bisnis di masa depan juga menjadi perhitungan dalam proses penilaian. Berikut adalah lima perusahaan terbaik dunia versi Fortune:

 1. Apple

Ranking di Industri: 1
Ranking Sebelumnya: 1
Nilai Keseluruhan: 8.24
Ticker: AAPL
Kantor Pusat: Cupertino, CA
Website: www.apple.com

Apple Inc memang tengah mengalami masa sulit dalam bisnisnya, jika berkaca pada harga saham terkini dan kegagalan aplikasi peta di iPhone 4S lalu. Namun kinerja keuangannya masih solid dengan pemasukan bersih kuartalan terakhir mencapai $13 miliar sehingga menasbihkannya sebagai perusahaan paling menguntungkan di dunia. Keunggulan Apple adalah basis konsumennya yang fanatik dan eksklusivitasnya dalam urusan harga. Pihak direksi enggan menurunkan banderol produknya karena percaya bahwa tingkat harga itu sesuai dengan inovasi yang akan konsumen dapatkan. Persaingan di industri teknologi dan elektronik memang semakin keras namun Apple masih cukup kuat. Di kuartal IV 2012, iPhone 5 masih diakui sebaga ponsel dengan penjualan terbaik di dunia, kemudian disusul oleh iPhone 4S.

2. Google

Ranking di Industri: 1
Ranking Sebelumnya: 1
Nilai Keseluruhan: 8.01
Ticker: GOOG
Kantor Pusat: Mountain View, CA
Website: www.google.com

Raksasa dari Silicon Valley ini merupakan tempat bekerja idaman bagi kebanyakan pelaku industri teknologi dunia. Fakta ini bisa dilihat dari posisinya sebagai perusahaan teratas dalam daftar korporasi yang paling diidamkan oleh karyawan (data LinkedIn) dan anugerah Perusahaan Terbaik untuk Berkarir versi Fortune.

Prospek bisnisnya kian cerah terutama di industri ponsel pintar berkat angka penjualan Android yang fantastis. Sistem operasi besutan Google ini siap menyalip iOS buatan Apple dalam kategori penggunaan sistem operasi terbanyak di Amerika dan Kanada serta jumlah aplikasi terbanyak untuk ponsel/tablet. Tidak hanya itu, potensi pendapatan lebih besar muncul dari unit bisnis Youtube dan DoubleClick, yang selama ini terbukti mampu menghasilkan laba signifikan sejak dibeli Google.

3. Amazon.com

Ranking di Industri: 2
Ranking Sebelumnya: 2
Nilai Keseluruhan: 7.28
Ticker: AMZN
Kantor Pusat: Seattle WA
Website: www.amazon.com

Kombinasi antara tingkat harga yang bersaing, efisiensi layanan dan pertumbuhan antar wilayah yang pesat menjadi senjata utama kesuksesan bisnis situs jual beli ini. Amazon diakui sebagai perusahaan paling menguntungkan di industri perdagangan online saat ini. Fakta tersebut mengantarkan CEO Jeff Bezos ke dalam daftar Businessperson of the Year versi Fortune. Selain melaba dari layanan website jual beli, Amazon juga meraup pendapatan besar dari penjualan produk e-book reade, Kindle. Amazon menjadi satu-satunya perusahaan di luar Apple dan Google yang bisa masuk ke dalam ketatnya bisnis tablet di Amerika.

4. Coca-Cola

Ranking di Industri: 4
Ranking Sebelumnya: 2
Nilai Keseluruhan: 7.32
Ticker: KO
Kantor Pusat: Atlanta, GA
Website: www.thecoca-colacompany.com

Perusahaan ini adalah simbol industri minuman ringan yang sudah dikenal selama tiga generasi. Terlepas dari maraknya kampanye anti obesitas dan diabetes, Coke sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dari aktivitas kehidupan masyarakat di berbagai benua. Coke mencetak penjualan double-digit di negara-negara berkembang seperti India dan Thailand di tahun 2012 (angka penjualan global naik 4%). Diversifikasi bisnis juga giat dilakukan di antaranya dengan menggaet perusahaan-perusahaan sejenis seperti minuman bervitamin dan jus Minute Maid.

5. Starbucks

Ranking Sebelumnya: 1
Nilai Keseluruhan: 7.94
Ticker: SBUX
Kantor Pusat: Seattle, WA
Website: www.starbucks.com

Jawara gerai kopi ini memulai kiprahnya di tahun 1971 di kota Seattle. Sejak saat itu, angka penjualannya terus meningkat pesat dan membuat masyarakat dunia makin akrab dengan istilah-istilah baru seperti 'Macchiato', 'Venti' dan 'Grande'. Starbucks sempat terimbas oleh krisis finansial tahun 2008 silam sehingga terpaksa menutup ratusan gerainya. Namun sekarang kondisinya sudah berubah, CEO Howard Schultz justru makin kaya setelah kebijakan ekspansi ke berbagai negara menghasilkan laba mengesankan. Starbucks mencatat rekor pemasukan sebesar $13,3 miliar tahun lalu atau naik 14% dibandingkan satu tahun sebelumnya.


Performa saham pada sesi perdagangan terakhir (Kamis 28/02):

AAPL: $441.40 (-0,71%)
GOOG: $801.20 (+0,18%)
AMZN: $264.27 (+0,39%)
KO: $38.72 (+0,70%)
SBUX: $54.85 (+0,51%)

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar