Senin, 24 Juli 2017

cfd  CFD

Abaikan Isu Recall, Goldman Sebut Saham GM Layak Koleksi

Selasa, 24 Juni 2014 10:31 WIB
Dibaca 606

Monexnews -  General Motors (GM) belum menuntaskan tanggung jawabnya terkait dengan kasus kematian pengendara yang berujung pada recall jutaan kendaraan dalam setahun terakhir. Namun bagi bank-bank investasi, sudah waktunya pelaku pasar melupakan sejenak tentang proses hukum dan mulai membeli saham perusahaan otomotif terbesar dunia tersebut.

Bank investasi Goldman Sachs memasukkan GM ke dalam daftar 15 saham yang memiliki prospek pertumbuhan yang bagus serta mampu menawarkan return investasi menarik. Rekomendasi Goldman terbilang mengejutkan karena emiten otomotif tersebut sedang menghadapi badai besar yang diyakini akan berdampak buruk terhadap perjalanan bisnisnya beberapa tahun ke depan.

Dengan mengesampingkan dinamika fakta terbaru, Goldman melihat saham GM mempunyai nilai jual atraktif setelah anjlok ke level terendah barunya yakni di $32 pada bulan April lalu. Padahal di awal Januari tahun ini, saham masih diperdagangkan pada posisi $41 per unit. "GM adalah salah satu saham yang harganya sudah terdiskon 25% dari rata-rata harga saham di Wall Street," demikian urai Goldman Sachs dalam rilisnya. Saham GM juga sedang berada pada di sekitar 9 kali dari target laba tahun depan, atau lebih atraktif dibandingkan kisaran harga terhadap laba rata-rata perusahaan di indeks S&P 500 yang sebesar 16 kali.

Untuk tahun ini, laba GM diperkirakan turun tajam akibat efek negatif dari isu recall, tetapi untuk tahun depan laba bersih ditargetkan naik 50% dibandingkan hasil keuntungan 2014. Faktor dividen juga menjadi salah satu keunggulan GM ketimbang perusahaan lainnya. Bunga dividennya saat ini berada di level 3.3%, sementara rata-rata emiten Wall Street hanya membagikan dividen rata-rata sekitar 1.87%.

Pada pertengahan Maret lalu, kasus recall GM resmi masuk ranah hukum saat Jaksa penuntut umum wilayah Manhattan, New York menggelar penyelidikan terkait kasus cacat produksi pada mobil-mobil yang dijual di Amerika. Meskipun perusahaan otomotif terbesar Amerika itu telah melakukan recall unit, investigasi tetap berlaku karena lebih dari 13 korban jiwa sudah melayang di jalan raya.

Penyidikan terfokus pada indikasi pembiaran cacat produksi sejak satu dasawarsa silam. GM sendiri telah melakukan recall mulai Februari untuk memperbaiki masalah dalam komponen switch, yang telah menyebabkan 31 kecelakaan parah dan kematian 13 pengendaranya dalam beberapa tahun terakhir. Kontroversi menyeruak karena dalam dokumen yang diterima oleh otoritas pengawas, para insinyur GM ditengarai sudah mengetahui kekurangan ini sejak 10 tahun silam. Oleh karena itulah, perusahaan terpaksa menarik lebih banyak kendaraan untuk disempurnakan kembali.

Sebagai wujud tanggung jawabnya, GM menawarkan berbagai fasilitas kepada konsumen yang dirugikan mulai dari peminjaman mobil pengganti secara gratis hingga pemberian uang kompensasi $500 kepada pemilik mobil baru selama kendaraan mereka di-servis di bengkel.

Sementara langkah antisipasi untuk menghindari kasus serupa juga diambil oleh Mary Barra. Ia menunjuk insinyur senior, Jeff Boyer, sebagai Vice President untuk bagian Keamanan Produk Global mulai bulan lalu. Pria yang sudah bekerja untuk perusahaan selama 40 tahun ini dipercaya untuk menduduki posisi yang baru saja dibentuk sebagai pemegang komando dalam aspek keamanan kendaraan. Untuk pertama kali dalam sejarah GM, pimpinan yang terkait dengan unsur safety mendapat posisi setara dengan vice president untuk divisi lainnya. "Rincian tanggung jawab Boyer akan segera diterjemahkan supaya masalah keamanan pada produk GM bisa dicarikan solusinya," ujar Mary Barra kepada awak media kemarin.

Di hadapan kongres, Mary Barra menyatakan siap memenuhi tanggung jawab moral dan hukum kepada keluarga korban meninggal. Namun ia masih akan menunggu putusan kongres dan pengadilan terkait skandal perusahaannya. Untuk mengurus proses hukum, GM menunjuk pengacara kenamaan Kenneth Feinberg, yang dikenal ahli mengurus masalah ganti rugi seperti dalam kasus 9/11 dan tumpahan minyak British Petroleum.

[Harga saham General Motors (NYSE:GM) ditutup pada posisi $36.67 atau menguat 1.24% pada sesi perdagangan Senin (23/06)] 


(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar