Minggu, 22 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

cfd  CFD

Alibaba Berjaya, Laba Investasi Yahoo Berlipatganda

Selasa, 1 Juli 2014 14:13 WIB
Dibaca 544

Monexnews -  Yahoo mungkin memang belum mampu mengembalikan dominasinya di industri internet dunia dalam satu dasawarsa terakhir. Namun perusahaan ini masih mampu menangguk laba berkat investasinya pada bisnis online asal China.

Yahoo memang menanamkan uang dalam jumlah besar untuk memiliki 23% saham Alibaba tahun 2005 silam. Walaupun bisnis utama perusahaan pimpinan CEO Marissa Mayer ini sedang lesu, keuntungan yang didapat dari Alibaba tidak bisa dibilang sedikit dan bahkan berkontribusi lebih dari separuh pos pemasukan Yahoo.

Analis bank investasi Piper Jaffray meng-upgrade rekomendasinya untuk saham Yahoo pada hari Senin kemarin (30/06), dari $37 menjadi $43. Lembaga keuangan ini menilai nilai kepemilikan Yahoo di Alibaba sesungguhnya lebih besar dari apa yang diperkirakan banyak orang. Jika dibandingkan dengan raksasa internet lainnya seperti Amazon dan Ebay, prospek spesialis jual beli online ini bahkan jauh lebih cerah. Sebagai pemain dominan di wilayah China daratan, Alibaba sudah menjadi referensi utama bagi konsumen negeri tirai bambu. Setelah rekomendasinya di-upgrade, saham Yahoo langsung naik 2.5% pada sesi perdagangan terakhir.

Jelang penerbitan saham perdana Alibaba, banyak kalangan menerka-nerka strategi apa yang akan diambil oleh Yahoo terhadap portofolio investasinya itu. Initial Public Offering (IPO) akan melambungkan imbal hasil Yahoo di Alibaba, yang jumlahnya bisa berkali lipat dibandingkan nilai modal yang ditanamkan 9 tahun lalu. Beredar spekulasi bahwa CEO Marissa Mayer akan mencairkan 40% sahamnya seteleh IPO sehingga kas tunainya bertambah.

 IPO Masih Tertunda

Seperti diketahui, raksasa jual beli online asal China, Alibaba, telah menuntaskan segala prosedur untuk menggelar initial public offering (IPO) di awal tahun ini. Dokumen proposal sudah dikirimkan kepada Securites Exchange Comission (SEC) Amerika Serikat lebih dari sebulan lalu dan perusahaan sepertinya sudah mantap untuk meraup modal segar dari penjualan sahamnya kepada investor di Wall Street.

Namun sambutan positif investor terhadap kedatangan Alibaba seakan diabaikan oleh perusahaan bisnis internet tersebut. Pasalnya, sampai sekarang pihak direksi belum juga menentukan tanggal IPO meski otoritas sudah memberi lampu hijau. Berbagai spekulasi mulai merebak terkait penundaan jadwal penerbitan saham perdana Alibaba. Ada yang percaya kalau pendirinya, Jack Ma, sedang mencari tanggal cantik untuk dijadikan waktu debut yang pas.

Banyak pihak percaya kalau penerbitan saham perdana oleh spesialis jual beli online ini akan melampaui rekor kapitalisasi emiten teknologi senilai $16 miliar yang dicatat oleh Facebook pasca IPO-nya tahun 2012 lalu. Bukan tidak mungkin perputaran modal Alibaba juga mampu menyamai rekor IPO kartu kredit Visa yang mencapai angka $17.9 miliar. Perusahaan underwriter yang dipilih untuk mengurus IPO juga bukan main-main, Alibaba memilih Credit Suisse, Deutsche Bank, Goldman Sachs, J.P. Morgan, Morgan Stanley dan Citigroup untuk memperkenalkan emiten baru bersimbol 'BABA' kepada investor di New York.

Dalam dokumen pendaftaran IPO yang dikirimkan kepada Securities Exchange Commission, Alibaba mengklaim telah mempunyai 231 juta pengguna aktif atau naik 44% dibandingkan satu tahun sebelumnya. Sementara untuk periode 9 bulan sampai dengan Desember lalu, perusahaan ini menghasilkan laba $2.9 miliar dari total pemasukan yang mencapai $6.5 miliar.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar