Kamis, 21 September 2017

cfd  CFD

Alibaba Cetak Rekor Penjualan di Hari Perayaan

Rabu, 13 November 2013 15:35 WIB
Dibaca 542

Monexnews - Perusahaan jual beli elektronik terbesar Asia, Alibaba Group Holding, mencetak rekor penjualan per hari di tengah maraknya perayaan 'hari lajang' atau Valentine's Day ala China. Rekor penjualan harian Alibaba 80% lebih tinggi dibandingkan rekor sebelumnya.

Dua unit bisnis utama Alibaba, Taobao dan Tmall, menyumbang kontribusi pemasukan 35 miliar Yuan atau setara $5.75 miliar di Single's Day kemarin. Pada hari yang sama tahun lalu, keduanya hanya mampu berkontribusi 19.1 miliar terhadap pemasukan harian Alibaba. Taobao adalah salah satu website jual beli buatan Alibaba dengan variasi barang dagangan mencapai 760 juta item. Menurut situs pemeringkat Alexa, Taobao adalah website paling populer ke-13 di dunia dan menjadi toko online yang wajib dikunjungi oleh warga yang ingin mencari segala keperluan. Berbeda dengan Taobao, Tmall adalah bisnis jual beli khusus produk-produk internasional kategori premium seperti Adidas, Nike atau GAP. Tmall juga digemari oleh pengguna internet seiring dengan pesatnya pertumbuhan warga kelas menengah di negara itu.

Alibaba sedang mempelajari wacana go public tahun ini meskipun lokasinya belum ditentukan. Seperti diketahui, Alibaba mengurungkan niatnya untuk menggelar penawaran saham perdana (IPO) di bursa saham Hong Kong pada bulan lalu. Pihak direksi kemudian mengalihkan perhatian ke bursa saham Amerika Serikat dengan cara berkonsultasi dengan NYSE dan Nasdaq, untuk membahas legalitas strukutur perusahaan. NYSE dan Nasdaq kemudian memberitahu pihak Alibaba bahwa karakteristik kepemilikan usahanya tidak menyalahi aturan di bursa Amerika sehingga perusahaan dengan nilai aset mencapai 60 miliar tinggal memilah lokasi bursa mana yang dijadikan pelabuhan IPO.

Pada akhir September lalu, Alibaba sudah terlebih dahulu bernegosiasi dengan operator bursa Hong Kong. Namun tidak lama berselang, direksi menarik diri dari proses pendaftaran IPO karena skema organisasi bisnisnya tidak sejalan dengan prasyarat emiten bursa. Dalam sebuah tulisan di blog, co-founder sekaligus Executive Chairman Alibaba menyatakan bahwa wacana IPO di bursa saham terbesar ke-dua Asia sudah tertutup. "Kami memahami bahwa pengawas Hong Kong tidak ingin mengubah tradisi hanya karena satu perusahaan. Namun kami juga memiliki kebijakan sendiri dalam menyikapi perubahan trend," tulis Joe Tsai, salah satu sosok paling berpengaruh di industri transaksi elektronik China.

Alibaba mengajukan dokumen berisi struktur organisasi perusahaan kepada pengawas bursa. Di dalam struktur itu, para pendiri perusahaan memiliki akses untuk mengambil kebijakan strategis demi kesinambungan bisnis. Mereka berwenang menentukan arah perusahaan tanpa pengaruh dari fluktuasi pasar modal secara keseluruhan. Dengan menentukan kebijakan secara mandiri, Alibaba meyakini bahwa kepentingan konsumen dan pemegang saham lebih terjaga. Pihak pengawas Jong Kong menolak bentuk struktur perusahaan, yang memperbolehkan pendiri Jack Ma dan 27 eksekutif lainnya menentukan komposisi dewan direksi, padahal mereka hanya menguasai sekitar 10% dari total saham perseroan. Poin itulah yang tidak sejalan dengan prasyarat emiten bursa Hong Kong.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar