Kamis, 20 Juli 2017

cfd  CFD

Alibaba Dapat Lampu Hijau dari NYSE dan Nasdaq untuk IPO

Selasa, 22 Oktober 2013 13:37 WIB
Dibaca 506

Monexnews - Setelah mengurungkan niatnya untuk menggelar penawaran saham perdana (IPO) di bursa saham Hong Kong, pihak Alibaba mendapat lampu hijau untuk masuk ke bursa saham Amerika Serikat. Perusahaan spesialis jual beli online itu dikabarkan mendapat restu dari NYSE dan Nasdaq untuk mendaftarkan proposal go public.

NYSE dan Nasdaq dilaporkan sudah memberitahu pihak Alibaba bahwa karakteristik kepemilikan usahanya tidak menyalahi aturan di bursa Amerika. Dengan demikian maka perusahaan dengan nilai aset mencapai 60 miliar tinggal memilah lokasi bursa mana yang dijadikan pelabuhan IPO. Namun demikian, proposal resmi pendaftaran belum dikirim dan restu dari kedua operator lebih bersifat konsultasi aturan.  

Pada akhir September lalu, pihak direksi menyatakan sikapnya untuk menarik diri dari proses pendaftaran IPO di bursa Hong Kong karena skema organisasi bisnisnya tidak sejalan dengan prasyarat emiten bursa. Dalam sebuah tulisan di blog, co-founder sekaligus Executive Chairman Alibaba menyatakan bahwa wacana IPO di bursa saham terbesar ke-dua Asia sudah tertutup. "Kami memahami bahwa pengawas Hong Kong tidak ingin mengubah tradisi hanya karena satu perusahaan. Namun kami juga memiliki kebijakan sendiri dalam menyikapi perubahan trend," tulis Joe Tsai, salah satu sosok paling berpengaruh di industri transaksi elektronik China.

Alibaba mengajukan dokumen berisi struktur organisasi perusahaan kepada pengawas bursa. Di dalam struktur itu, para pendiri perusahaan memiliki akses untuk mengambil kebijakan strategis demi kesinambungan bisnis. Mereka berwenang menentukan arah perusahaan tanpa pengaruh dari fluktuasi pasar modal secara keseluruhan. Dengan menentukan kebijakan secara mandiri, Alibaba meyakini bahwa kepentingan konsumen dan pemegang saham lebih terjaga. Satu bulan lalu, direksi mengajukan proposal IPO ke regulator pasar modal Hong Kong. Namun pihak pengawas menolak bentuk struktur perusahaan, yang memperbolehkan pendiri Jack Ma dan 27 eksekutif lainnya menentukan komposisi dewan direksi. Padahal mereka hanya menguasai sekitar 10% dari total saham perseroan. Poin itulah yang tidak sejalan dengan prasyarat emiten bursa Hong Kong.

Walaupun tidak mengeluarkan komentar resmi, Chief Executive Operator Bursa Hong Kong akhir September lalu menyebut pihaknya menghadapi dilema besar. Dalam blognya, Charles Li mengaku terjebak di dalam pilihan, menjaga tradisi atau melakukan reformasi aturan. Alibaba sendiri memiliki tiga pemegang saham mayoritas, yakni Softbank Corp Jepang dengan jumlah saham sebesar 35%, disusul oleh Yahoo yang mempunyai 24% dan pihak pendiri mendapat 10% kepemilikan saham.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar