Kamis, 27 Juli 2017

cfd  CFD

Alibaba Siap Gelar IPO di Bursa Amerika

Rabu, 7 Mei 2014 11:24 WIB
Dibaca 488

Monexnews - Raksasa bisnis online China, Alibaba, telah mengirim proposal initial public offering (IPO) kepada Securites Exchange Comission (SEC) Amerika Serikat. Perusahaan mengincar raupan modal segar dari penjualan sahamnya kepada investor di Wall Street dalam waktu dekat.

Banyak pihak meyakini kalau penerbitan saham perdana oleh spesialis jual beli online ini akan melampaui rekor kapitalisasi emiten teknologi senilai $16 miliar yang dicatat oleh Facebook pasca IPO-nya tahun 2012 lalu. Bukan tidak mungkin perputaran modal Alibaba juga mampu menyamai rekor IPO Visa yang mencapai $17.9 miliar. Perusahaan underwriter yang dipilih adalah Credit Suisse, Deutsche Bank, Goldman Sachs, J.P. Morgan, Morgan Stanley dan Citigroup.

Dokumen pendaftaran IPO yang dikirimkan kepada Securities Exchange Commission adalah setebal 230 halaman, dan di dalamnya berisi laporan keuangan periodik. Di akhir 2013 lalu, Alibaba mengklaim telah mempunyai 231 jutua pengguna aktif atau naik 44% dibandingkan satu tahun sebelumnya. Sementara untuk periode 9 bulan sampai dengan Desember lalu, perusahaan ini menghasilkan laba $2.9 miliar dari total pemasukan yang mencapai $6.5 miliar.

Kepastian IPO Alibaba didapat pertengahan bulan Maret 2014 saat pihak direksi memilih bursa saham Amerika Serikat sebagai pelabuhan IPO-nya tahun ini. Meskipun tidak terlalu memiliki nama di Amerika Serikat, Alibaba otimis mampu menggalang dana segar di atas $16 miliar dari IPO-nya nanti. Jumlah modal yang ditargetkan dari kocek investor tersebut kurang lebih sama dengan nilai IPO Facebook ($16 miliar).

Setelah berbulan-bulan melakukan negosiasi dengan otoritas bursa Hong Kong serta operator bursa NYSE dan Nasdaq, Alibaba akhirnya memutuskan untuk memilih New York sebagai lokasi penerbitan saham perdana. Sejak pertengahan tahun lalu, pihak direksi sebenarnya lebih menyukai bursa Hong Kong namun rencana IPO di sana terbentur tata aturan yang berlaku. Alibaba terpaksa mengurungkan niatnya untuk melantai di Hong Kong karena skema organisasi bisnisnya tidak sejalan dengan prasyarat emiten bursa. Dalam sebuah tulisan di blog bulan Oktober 2013, co-founder sekaligus Executive Chairman Alibaba menyatakan bahwa wacana IPO di bursa saham terbesar ke-dua Asia sudah tertutup. Perusahaan kemudian mengalihkan perhatian ke bursa saham Amerika Serikat dengan cara berkonsultasi dengan NYSE dan Nasdaq, seraya tetap menjalin komunikasi dengan otoritas bursa Hong Kong dengan harapan pihak pengawas mau memodifikasi aturan. Tidak lama berselang, NYSE dan Nasdaq kemudian memberitahukan pihak Alibaba bahwa karakteristik kepemilikan usahanya tidak menyalahi aturan di bursa Amerika sehingga perusahaan dengan nilai aset mencapai 60 miliar itu dipersilakan untuk memilih operator mana yang dianggap paling sesuai.

Adapun perihal yang bertentangan dengan aturan bursa Hong Kong yakni terkait dengan struktur kepemilikan Alibaba yang kurang lazim. Di dalam struktur itu, para pendiri perusahaan memiliki akses untuk mengambil kebijakan strategis demi kesinambungan bisnis dan berwenang menentukan arah perusahaan tanpa pengaruh dari fluktuasi pasar modal secara keseluruhan. Dengan menentukan kebijakan secara mandiri, Alibaba meyakini bahwa kepentingan konsumen dan pemegang saham lebih terjaga. Pihak pengawas Hong Kong menolak garis kebijakan Alibaba, yang memperbolehkan pendiri Jack Ma dan 27 eksekutif lainnya menentukan komposisi dewan direksi meskipun mereka hanya menguasai sekitar 10% dari total saham perseroan. Poin itulah yang tidak sejalan dengan prasyarat emiten bursa Hong Kong.

 

 (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar