Selasa, 25 Juli 2017

cfd  CFD

Aplikasi Chat LINE Pertimbangkan Masuk Bursa

Senin, 28 Oktober 2013 14:51 WIB
Dibaca 537

Monexnews - line-height:19px;">Bisnis aplikasi mobile mampu menghasilkan pundi-pundi penghasilan bagi perusahaan start-up di berbagai negara. Dalam hal ini, layanan berkirim pesan atau 'chat' memimpin daftar aplikasi yang paling disukai oleh pengguna ponsel cerdas dan perangkat tablet. Tidak heran kalau salah satu merk aplikasi chat berani merencanakan initial public offering (IPO) guna menggalang dana belanja lebih besar lagi.

Developer aplikasi LINE dilaporkan berniat menggelar penawaran saham perdana di negara asalnya, Jepang, untuk meraup dana segar dari investor. Tingginya frekuensi penggunaan aplikasi chat oleh pengguna mobile dianggap menjamin untuk kesinambungan bisnis jangka panjang. Berbekal jumlah pelanggan mencapai 270 juta orang di seluruh dunia, LINE optimis mampu memperluas cakupan bisnis dengan modal publik.

Harian Nikkei mengabarkan bahwa LINE sedang mencari cara untuk menambah modal bisnisnya. Salah satu opsi yang paling mungkin diambil adalah IPO di Tokyo Stock Exchange pada musim panas tahun depan. Meskipun belum ada statement pasti tentang taksiran nilai LINE di pasar modal, Nikkei memprediksi LINE akan dihargai sekitar 1 triliun Yen atau setara $10.3 miliar. Jika benar demikian, maka valuasi aset LINE hanya sedikit di bawah Twitter yang nilainya mencapai $11.1 miliar. Pihak LINE sendiri tampak kalem menyikapi berita media seraya mengatakan belum memutuskan untuk go public atau tidak. Apalagi mereka sedang mengupayakan berbagai cara termasuk meminta suntikan dana segar dari induk usaha Naver Corp. asal Korea Selatan, meminjam uang ke bank atau menggenjot pemasukan dengan strategi lain.

Walaupun secara garis besar sudah bisa disebut mendunia, dominasi LINE baru terlihat di pada pasar mobile Asia. Untuk memperluas promosi ke luar negeri, pihak direksi butuh dana segar. Tanpa adanya injeksi modal baru, mereka akan sulit bersaing dengan aplikasi yang lebih mapan seperti Skype, WhatsApp, Kakao Talk maupun WeChat. Dua nama yang terakhir disebut bahkan sudah menjadi pesaing tetap LINE di wilayah Korea dan China.

Basis pengguna LINE cukup variatif dengan 80% di antaranya berasal dari luar Jepang dengan konsumen setia berdomisili di Taiwan, Thailand dan Spanyol. Kini perusahaan sedang agresif menggarap pasar India, yang dikenal memiliki laju pertumbuhan pasar ponsel tercepat di dunia dengan skala pasar nomor tiga sejagad setelah Amerika dan China. Mengingat posisinya bukanlah sebagai perusahaan publik, profit resmi LINE tidak diketahui oleh khalayak. Akan tetapi penghasilannya (revenue) untuk periode April -Juni tercatat sebesar 12.8 miliar Yen ($132 juta) atau naik 4.5 kali dibandingkan setahun lalu.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar