Senin, 23 Januari 2017

cfd  CFD

Apple Bantah Tudingan Antek NSA

Kamis, 2 Januari 2014 15:09 WIB
Dibaca 508

Monexnews - Apple Inc membantah pemberitaan yang menyebut adanya kerjasama antara produsen iPhone itu dengan National Security Agency (NSA) dalam upaya memata-matai penggunanya. Pihak perseroan menegaskan tidak pernah menanamkan alat apapun dalam produknya yang berfungsi untuk menyadap komunikasi konsumen.

Dalam pernyataan resminya, Apple menyangkal isi dari bocoran dokumen rahasia NSA yang menyebutkan kalau tim insinyur menginstall suatu program di iPhone yang berguna untuk memata-matai. Program rahasia yang disebut 'DROPOUTJEEP' ini konon dipakai oleh NSA sejak tahun 2008 silam. Dengan memasangnya di dalam iPhone, maka program tersebut mampu mengakses seluruh data dalam ponsel, mengaktifkan microhone atau kamera sekaligus mencuri SMS dan menemukan lokasi ponsel dengan memakai sinyal menara pemancar.

"Apple tidak pernah bekerja dengan NSA di belakang layar untuk memodifikasi produk kami, termasuk iPhone," demikian pernyataan resmi perusahaan. Pihak direksi mengklaim tidak pernah berniat melakukan apapun yang dituduhkan dalam isi dokumen NSA karena berkomitmen tinggi menjaga privasi konsumennya. Apple juga percaya kalau sistem keamanan yang mereka kembangkan kebal dari upaya penerobosan oleh lembaga pemerintah.

Dokumen yang bocor ke media memiliki catatan tanggal di bulan oktober 2008 sehingga menimbulkan kecurigaan kalau kerjasama antara Apple dan NSA diterapkan pada sistem operasi iOS yang lama. Pihak Apple juga meyakini sistem operasi mereka tidak bisa dijebol dengan mudah baik pada sistem operasi versi lawas ataupun yang baru bahkan oleh NSA sekalipun. Selain Apple, NSA dikabarkan juga sukses menembus akses produk yang dibuat oleh Cisco Systems dan Juniper Networks.

Pihak NSA membantah laporan Wall Street Journal yang menyebut agensi pemerintahan kerap menggunakan program khusus untuk dimasukkan ke berbagai ponsel dan laptop pengguna gadget via sambungan internet. NSA bahkan memiliki kemampuan untuk menginstall aplikasi seperti itu tanpa sepengetahuan pihak perakit.

Dalam pernyataannya, NSA menyatakan komitmennya untuk menjaga kerahasiaan publik. "Kami juga memakai perangkat buatan Amerika Serikat seperti kebanyakan orang, sehingga kami tentu memiliki kekhawatiran yang sama," urai statement lembaga keamanan itu.


*Harga saham Apple (NASDAQ:AAPL) ditutup pada posisi $561.02 atau naik 1.17% pada sesi perdagangan hari Selasa (31/12) 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar