Jumat, 24 Maret 2017

cfd  CFD

Apple 'Bantu' Peredaran Narkoba di Amerika

Senin, 8 April 2013 12:06 WIB
Dibaca 647

Monexnews - Badan Pencegahan Narkotika Amerika Serikat atau DEA kerap menyadap informasi transaksi ilegal dari nomor ponsel-ponsel bos maupun pengedar narkoba. Melalui pesan SMS, pihak pemerintah beberapa kali sukses memecahkan jalur peredaran barang haram itu di berbagai negara bagian. Akan tetapi, ruang gerak DEA mulai terbatas karena badan pemerintah itu tidak bisa melacak dan menelusuri lalu lintas pesan yang memakai layanan Apple.

Layanan pesan yang tertanam di produk-produk Apple atau biasa disebut dengan iMessage sulit untuk ditembus oleh pihak luar, tidak terkecuali DEA. Sebuah dokumen pemerintah yang dibocorkan oleh media CNET menyatakan bahwa layanan iMessage merupakan 'hambatan bagi kinerja DEA'. "iMessage antar pengguna produk Apple termasuk dalam komunikasi ter-enkripsi dan tidak bisa disadap, apapun operator ponselnya," demikian salah satu kutipan dalam laporan DEA.

Meski sudah diperkenalkan sejak tahun 2011, pihak penyelidik DEA baru bulan lalu mengetahui bahwa lalu lintas pesan via iMessage tidak bisa ditelusuri. Pejabat tinggi badan narkoba ini kemudian mengirimkan memo internal kepada seluruh jajarannya tentang hal ini. DEA ingin memberitahukan kepada seluruh penyidik bahwa data pelacakan pesan yang mereka dapat selama ini tidak termasuk pesan-pesan yang dikirimkan memakai fasilitas iMessage. Hanya komunikasi non-iMessage yang berhasil dikumpulkan dari pengguna iPhone.

Komunitas teknologi telah lama mengetahui betapa sulitnya memecahkan enkripsi hardware buatan Apple. Konon karena alasan ini pula banyak pihak-pihak kriminal maupun bos narkoba yang memilih komunikasi via iMessage. Jika dua orang melakukan percakapan teks dengan menggunakan iMessage, sulit bagi pihak luar untuk meretas enkripsi dari percakapan tersebut. Melakukan ekstraksi data dari perangkat keras iPhone memang dimungkinkan, akan tetapi sulit untu mendapat data-data komunikasi apabila perangkat Apple yang akan dibedah terproteksi password. Bahkan seluruh data bisa hilang seandainya pihak luar gagal memasukkan password yang benar dalam beberapa kali percobaan. Pihak Apple sendiri belum berkomentar terkait laporan ini, demikian pula dengan pejabat tinggi DEA.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar