Sabtu, 27 Mei 2017

cfd  CFD

Apple Diskusikan Rencana Peluncuran TV Online

Selasa, 17 Maret 2015 10:48 WIB
Dibaca 471

Monexnews - Apple seakan tidak pernah kehabisan akal untuk menggali pemasukan. Setelah berniat masuk ke industri otomotif dengan mobil tanpa awaknya, kini perusahaan yang didirikan oleh mendiang Steve Jobs itu mau 'menjajah' bisnis TV online. Wacana tersebut bisa mengancam perusahaan TV kabel di Amerika Serikat.

Apple berencana menyediakan servis TV online yang berisi tayangan 25 channel milik stasiun seperti ABC, CBS dan Fox. Nantinya layanan ini bisa disaksikan melalui berbagai perangkat, tentunya termasuk Apple TV. Namun demikian, tidak akan ada siaran channel milik stasiun NBC, CNBC dan channel kabel seperti USA dan Bravo. Pasalnya sudah bukan rahasia lagi kalau Apple dan perusahaan induk channel-channel tersebut, Comcast, sedang tidak akur.

Apple memang sedang rajin mempelajari kemungkinan bisnis baru. Meskipun baru saja merilis jam tangan canggihnya, produsen iPhone dan iPad ini ingin masuk ke industri yang masih asing dan terkesan futuristik. Salah satunya adalah dengan memulai proyek mobil tanpa awak, yang tahap risetnya segera dimulai. Menurut sumber dalam perusahaan yang dikutip oleh Bloomberg, proyek otomotif Apple secepatnya masuk tahap produksi pada tahun 2020 mendatang.

Masih belum ada penjelasan rinci tentang cetak biru mobil listrik yang dimiliki oleh Apple, karena perusahaan ini sama sekali tidak pernah menyentuh proyek mobil roda empat. Bloomberg menyebut Tim Cook dan jajarannya akan memulai rencana ambisius ini dengan membentuk tim berjumlah 200 orang. Mereka akan secara khusus merancang konsep mobil listrik berikut dengan proses perencanaannya. Namun apabila bos perusahaan tidak terkesan dengan hasil risetnya, Apple akan menghentikan program tersebut.

Tanpa bisnis baru pun, omset Apple di sektor IT sudah tergolong bagus. Bermodalkan jajaran produk yang kuat sampai dengan musim kuartal Natal 2014 lalu, Apple berhasil mencatat pertumbuhan angka penghasilan hingga double-digit. Sebagian besar laba kuartal I 2015 diprediksi akan dipengaruhi oleh penjualan iPhone yang kuat dengan target kenaikan sekitar 45% dibandingkan penjualan tahun lalu yang sebesar 74.46 juta unit. Sementara pertumbuhan omset Year on Year (YOY) diperkirakan naik 57% ke angka $51,1 miliar. Perusahaan sendiri mampu menghasilkan uang $30,5 miliar dalam arus kas bebasnya.

[Harga saham Apple Inc (NASDAQ:AAPL) ditutup pada posisi $124.95 atau menguat 1,10% di sesi perdagangan 16 Maret 2015.]

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar