Jumat, 22 September 2017

cfd  CFD

Apple Dituduh Pasang Iklan Menyesatkan

Senin, 5 Januari 2015 10:45 WIB
Dibaca 626

Monexnews - Produsen ponsel cerdas kerap menjual produk dengan spesifikasi beragam kepada konsumennya. Ada seri smartphone mahal yang mempunyai spesifikasi mumpuni, dan ada pula varian dengan kapasitas memori lebih kecil. Pembedaan ini lebih ditujukan untuk alasan ekonomis.

Memori memang merupakan komponen penting dalam sistem operasi smartphone. Ponsel dengan kapasitas memori yang besar biasanya berharga lebih mahal ketimbang smartphone dengan daya memori lebih kecil. Prinsip tersebut berlaku untuk nyaris semua merek gadget termasuk iPhone keluaran Apple.

Dari total memori yang ada di sebuah iPhone, sebagian kecil biasanya dipakai untuk menjalankan sistem operasi utama sehingga si pengguna hanya bisa menggunakan sisanya. Misalnya untuk iPhone kapasitas 16GB, sistem operasi iOS 8 memakai 3GB memori untuk pengoperasiannya atau sekitar 19% dari total memori. Jadi konsumen hanya 'berhak' memanfaatkan 81% memori untuk kebutuhannya sendiri. Pengguna smartphone biasanya sudah paham dengan mekanisme ini dan tidak keberatan dengan promosi soal ponsel ber-memori besar yang ditawarkan oleh pihak produsen.

Sayangnya, dua pembeli iPhone di kota Miami tidak memahami hal tersebut. Menurut laporan CNN, dua orang konsumen yang tidak berkenan disebut namanya menuntut Apple ke pengadilan karena 'berbohong' soal kapasitas memori dalam iPhone yang dijualnya. Mereka kecewa berat setelah menemukan memori ponselnya 'termakan' oleh aktivitas iOS 8 sehingga kapasitasnya tidak lagi full-16GB.

Dokumen gugatan sudah didaftarkan ke pengadilan federal California pada hari Selasa, dengan total pengajuan ganti rugi sebesar $5 juta. Apple dituding berbohong karena menjual produk yang tidak sesuai dengan isi iklannya. "Presentasi (iklan) Apple cukup menipu karena materi promosinya tidak membantu pertimbangan konsumen ketika akan membeli produknya," demikian isi keluhan dalam dokumen gugatan.

Class-action yang diajukan oleh konsumen asal Miami tersebut bukanlah yang pertama kali dialami oleh Apple. Pada tahun 2007 silam, konsumen iPod Nano mendaftarkan gugatan ke Apple karena hanya menyediakan memori 7.45GB dari total memori yang dijanjikan sebesar 8GB. Namun akhirnya kasus itu tenggelam tanpa ada keterangan jelas.

[Harga saham Apple (NASDAQ:AAPL) ditutup pada posisi $109.33 atau melemah 0,95% pada sesi perdagangan hari Jumat (02/12).]

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar