Senin, 11 Desember 2017

cfd  CFD

Apple Tergiur Laba dari Bisnis Transaksi Online China

Jumat, 12 September 2014 11:37 WIB
Dibaca 716

Monexnews - Apple Inc semakin giat memperluas bisnisnya ke berbagai penjuru benua. Meski dinilai minim inovasi dalam produk-produk terbarunya, perusahaan yang didirikan oleh mendiang Steve Jobs ini lebih berani menggarap bisnis baru untuk meraup laba besar.

Pada hari Selasa (09/09) Apple merilis dua varian iPhone terbarunya yang diberi nama iPhone 6 dan iPhone 6 Plus. Sadar kalau produk barunya tidak tergolong revolusioner, Apple coba melengkapinya dengan opsi pembayaran transaksi elektronik via sistem yang dinamakan Apple Pay.

Perusahaan teknologi ini kemudian berniat mempromosikan layanan transaksi via mobile ke China, negara dengan populasi konsumen terbesar di dunia. Untuk mempermudah ekspansinya, Apple menjalin kerjasama dengan perusahaan kartu pembayaran UnionPay.Co yang sudah memiliki nama baik di sektor transaksi elektronik. Menurut sumber dalam UnionPay seperti dilansir oleh Reuters, perusahaan yang sahamnya dimiliki oleh pemerintah China tersebut akan memberi hak bagi Apple Pay untuk menggunakan sistem settlement-nya. Jadi, konsumen China dapat melakukan transaksi hanya dengan menggunakan perangkat Apple, tentunya sesudah data kartu disinkronisasi dengan akun Apple Pay.

Kesepakatan antara Apple dan UnionPay kian menambah panas persaingan di bisnis pembayaran elektronik China, yang selama ini didominasi anak perusahaan Alibaba, yaitu Alipay. Sistem transaksi ala UnionPay sendiri memakai fasilitas near-field communication (NFC), dan bukan menggunakan metode lama via quick-response (QR) code. NFC adalah teknologi nirkabel jarak pendek yang memungkinkan pengguna mobile untuk bertransaksi di area toko, yang dilengkapi dengan alat pembaca.

UnionPay dikabarkan sudah menyeleksi beberapa sistem pembayaran elektronik sebelum menjatuhkan pilihan pada NFC. Faktor keamanan menjadi alasan mengapa NFC jadi opsi terbaik untuk ditawarkan dalam kerjasama bisnis dengan perusahaan-perusahaan besar semacam Apple, Samsung dan Xiaomi.

Kerjasama antara Apple dan UnionPay diprediksi akan berhasil karena tingginya jumlah pengguna iPhone dan peningkatan daya belanja warga China. Jika dikalkulasi, operator terbesar Tiongkok, China Mobile, memiliki 45 pelanggan yang memakai iPhone. Sementara pelanggan China Unicom dan China Telecom yang memakai produk Apple juga tidak kalah banyak. Belum termasuk dengan jumlah orang yang membeli iPhone di luar negeri karena harganya lebih murah. Bisa dipastikan jumlahnya mencapai ratusan juta, dan cukup prospektif untuk dibidik sebagai konsumen transaksi online. Apple Pay baru akan resmi meluncur bulan oktober di Amerika Serikat dan kemungkinan baru bisa dinikmati di China mulai tahun depan.

[Harga saham Apple (NASDAQ:AAPL) ditutup pada posisi $101.43 atau menguat 0.43% pada sesi perdagangan hari Kamis (11/09).]

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar