Kamis, 19 Oktober 2017

cfd  CFD

Apresiasi Dollar AS Menggerus Laba, Outlook J&J

Rabu, 15 April 2015 1:50 WIB
Dibaca 2404

Monexnews - Johnson & Johnson pada hari Selasa melaporkan penurunan 8,6% dalam laba kuartal pertama dan memangkas outlook laba per saham untuk tahun fiskal 2015, di tengah meningkatnya tekanan dari penguatan Dollar AS dan melemahnya penjualan obat hepatitis C, Olysio.

Dampak negatif dari pergerakan mata uang telah meningkat menjadi 7,2% pada kuartal pertama, dibandingkan 4,5% pada kuartal ke-4. Hal itu memaksa J&J menurunkan estimasi laba per saham untuk tahun ini ke kisaran $6,04 sampai $ 6,19 dari sebelumnya $6,12 sampai $6,27.

Sementara penjualan Olysio menghasilkan $98 juta di AS, merosot sekitar 2/3 dari $291 juta setahun sebelumnya dan di bawah $256 juta pada kuartal ke-4. Olysio merupakan motor penjualan J&J pada tahun lalu.

Secara keseluruhan J&J membukukan laba kuartal pertama $4,32 milyar atau $1,53 per saham, lebih rendah dibandingkan $4,73 milyar atau $1,64 per saham setahun sebelumnya. Tanpa memperhitungkan keuntungan litigasi, biaya terkait recall dan lainnya, laba per saham menyusut ke $1,56 dari $1,63. Pendapatan juga turun 4,1% menjadi $17,37 milyar. Para analis yang disurvey Thomson Reuters sebelumnya memprediksi J&J akan meraup laba $1,54 per saham, dengan pendapatan $17,31 milyar. (vid)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar