Selasa, 30 Mei 2017

cfd  CFD

Awal November, Twitter Mulai Melantai di NYSE

Jumat, 25 Oktober 2013 9:21 WIB
Dibaca 304

Monexnews - Twitter resmi mengumumkan valuasi saham untuk initial public offering (IPO) di New York Stock Exchange (NYSE). Perusahaan jejaring sosial itu mematok harga perdana di kisaran $17-20 per unit dengan volume sebanyak 70 juta saham.

Idealnya Twitter mampu meraup dana segar sekitar $1.4 miliar dari go public. Apabila harga ditransaksikan pada valuasi harga tertinggi, maka raupan dana Twitter akan mencapai $10.9 miliar. Meskipun belum memberi pernyataan resmi terkait jadwal IPO, sumber dekat di perusahaan mengklaim saham mulai melantai pada tanggal 7 November atau satu hari setelah penetapan harga.

Dalam laporan keuangan pertama yang dirilis ke publik beberapa saat lalu, Twitter mencetak kerugian sekitar $79.4 juta atau setara Rp890 miliar Rupiah pada tahun 2012. Perusahaan bahkan diprediksi kembali merugi tahun 2013 mengingat hingga kini jumlah kerugian sudah mencapai $69 juta di semester I. Namun demikian, angka penjualan juga meningkat dengan tingkat penghasilan sebesar $254 juta di periode yang sama. Hal inilah yang bisa menghadang minat beli investor pada awal November nanti.

Perusahaan yang berdiri sejak 2006 ini belum mencetak laba dalam tiga tahun terakhir atau sejak Twitter diwajibkan melaporkan pos keuangan kepada publik. Angka kerugian tercatat sebesar $67 juta pada tahun 2010 dan $164 juta satu tahun kemudian. Kalaupun ada alasan yang membuat sahamnya menarik untuk dibeli yakni potensi keuntungan dari trend iklan pada perangkat mobile. Mobile ads memberi kontribusi 65% terhadap total pendapatan iklan tahun lalu. Jumlah penggunanya yang mencapai 218 juta juga bisa menjadi parameter dari prospek cerah perusahaan di masa depan. Valuasi nilai perusahaan saat ini berada di kisaran $10 miliar. Sampai dengan 30 Juni lalu, Twitter memiliki aset cair dan tunai sekitar $375 juta dan jumlah tenaga kerja sampai 2000 orang. Pendirinya, Evan Williams, adalah pemegang saham terbesar dengan rasio kepemilikan 12%. Direktur Peter Fenton menjadi pemegang saham perorangan terbesar ke-dua dengan jumlah kepemilikan 6.7%. Biz Stone, yang dikenal sebagai pemegang saham institusi, tidak tercatat dalam lampiran dokumen yang diajukan kepada otoritas. Perusahaan akan terjun ke bursa dengan simbol TWTR di bawah otorita NYSE. Goldman Sachs memimpin koordinasi IPO, dengan dukungan dari Morgan Stanley.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar