Minggu, 22 Januari 2017

breaking-news Penjualan Ritel Inggris turun -1.9% di Desember vs. 0.2% di November, ekspektasi -0.1%.

cfd  CFD

Badan Pengawas Usaha China Beri Ultimatum kepada Microsoft

Senin, 1 September 2014 14:28 WIB
Dibaca 573

Monexnews - Badan Persaingan Usaha China hari ini memberikan ultimatum kepada Microsoft untuk menjelaskan kepada publik tentang kompatibilitas produk Windows dan software Office. Menurut pemerintah, raksasa teknologi asal Amerika Serikat tersebut kurang transparan dalam memaparkan spesifikasi barang jualannya kepada konsumen.

State Administration for Industry and Commerce (SAIC) memberikan peringatan kepada Vice President Microsoft, David Chen, untuk memberi penjelasan soal produk yang perusahaannya pasarkan di Tiongkok. Ia memiliki waktu 20 hari untuk memaparkan seluk beluk sistem operasi Windows dan Office sehingga tidak menimbulkan pertanyaan di benak konsumen. Fokus utamanya adalah soal kompatibilitas masing-masing software dalam sistem komputer yang ada di China. Otoritas beralasan bahwa Microsoft seakan hanya mau menjual barang tanpa memberikan kepastian kepada konsumen apakah piranti lunaknya cocok dipakai di China. Pihak Microsoft sendiri belum memberikan komentar terkait dengan ultimatum 20 hari yang diberikan oleh SAIC.

Chief Executive Officer Microsoft Corp, Satya Nadella, dikabarkan akan mengunjungi China di akhir September mendatang. Spekulasi menyebut bahwa dirinya akan bertemu perwakilan pemerintah negara itu untuk membicarakan soal pelanggaran undang-undang persaingan usaha. Ia akan bertemu pejabat-pejabat pemerintahan dalam kapasitasnya sebagai perwakilan perusahaan yang ingin memperbaiki hubungan dengan badan resmi pemerintah. Microsoft memang perlu mencari kejelasan tentang pasal-pasal persaingan usaha yang berlaku di negara lain. 

Menurut pemerintah China, Microsoft dianggap tidak transparan dalam menjalankan bisnis penjualan piranti lunaknya sehingga patut diselidiki guna memastikan praktik usahanya sesuai dengan regulasi yang berlaku di Tiongkok. Kasus Microsoft hanyalah satu dari 9 kasus persaingan usaha yang sedang diinvestigasi oleh pemerintah sejak awal tahun ini. Selain sektor teknologi, industri lainnya yang terkena penyelidikan adalah rokok dan tembakau.

"Microsoft diduga melanggar undang-undang anti-monopoli sejak bulan Juni tahun 2013," ujar Zhang Mao, Kepala Administrasi Negara untuk Urusan Industri dan Perdagangan kepada awak media Selasa lalu. Adapun pelanggaran yang dimaksud yakni mulai dari kompatibilitas software, bundling produk dan otentifikasi dokumen pada sistem operasi dan software office. Pihak Microsoft sendiri menyatakan kesediaannya untuk membantu proses investigasi yang dilakukan oleh badan persaingan usaha.

[Harga saham Microsoft (NASDAQ:MSFT) ditutup pada posisi $45.43 atau menguat 1.23% pada sesi perdagangan hari Jumat lalu (29/08).]

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar