Minggu, 17 Desember 2017

cfd  CFD

Baru 3 Hari Melantai, Saham GoPro Meroket Nyaris 70%

Selasa, 1 Juli 2014 11:48 WIB
Dibaca 739

Monexnews -Demam saham teknologi sepertinya masih berlanjut di bursa saham Amerika Serikat. Setiap perusahaan 'techno' yang menerbitkan saham perdananya di Wall Street selalu sukses meraup modal besar, bahkan kebanyakan di antaranya melampaui target awal.

Fenomena ini kembali terjadi di pertengahan tahun 2014, saat GoPro menjual sahamnya kepada publik. Sejak mengawali debutnya hari Kamis pekan lalu, saham produsen kamera canggih ini sudah naik hampir 70% sampai dengan Senin kemarin. Namun begitu, banyak pihak yang menyebut lonjakan harga hanya akan berlangsung sesaat karena aksi jual beli cenderung spekulatif. Transaksi pembelian hanya dilakukan untuk orientasi jangka pendek dan bukan untuk kepentingan investasi jangka panjang.

Analis bank investasi Dougherty&Co, Charlie Anderson, mengatakan saham GoPro masih mempunyai prospek bagus. Namun ia mengakui kalau harganya sekarang sudah berada di atas target $28 yang ia tetapkan sebelum IPO berlangsung. Sekarang, GoPro diperdagangkan pada posisi $40.55 atau jauh di atas level IPO yang hanya $24. "Transaksi lebih berdasarkan euforia pasar, namun hal ini wajar karena pasokan saham yang tersedia di pasar juga tidak terlalu besar," ujarnya kepada CNN.

GoPro sukses menjalani debut di lantai bursa setelah harga sahamnya naik sekitar 30% dari level pembukaan $24 menjadi $31.34 di hari pertama. Serupa dengan Twitter dan Facebook, kiprah produsen kamera canggih ini disambut baik oleh pelaku pasar saham Amerika Serikat. Menargetkan modal baru sebesar $425 juta, GoPro akhirnya mencatat kapitalisasi pasar nyaris mencapai $3 miliar dari pelepasan 123 juta sahamnya.

GoPro menjual saham perdananya ke publik dengan kawalan tiga perusahaan underwriter yakni JP Morgan Chase, Citigroup dan Barclays. Di bawah simbol GPRO, perusahaan ini mematok harga sahamnya pada batas atas $24 dari kisaran target harga antara $21 dan $24. Adapun operator yang dipilih sebagai indeks transaksi yakni NASDAQ, yang memang dikenal sebagai tempat bernaungnya saham-saham teknologi.

GoPro merupakan merek yang sedang naik daun di Amerika belakangan ini. Bukan hanya karena inovatif, produknya (terutama kamera outdoor) dikenal memiliki daya tahan yang lebih baik dibandingkan produk sejenis di pasaran. Kamera buatan GoPro yang dinamai HERO3 bahkan menguasai 45% pasar camcorder di Amerika dan menjadi alat untuk merekam 32 juta video di Youtube dalam setahun terakhir.

GoPro merupakan produsen kamera yang dirancang khusus untuk keleluasaan gerak penggunanya. Kamera buatan GoPro bisa dipakai pada beberapa bagian tubuh seperti kepala dan lengan karena konsepnya memang 'wearable'. Pengguna kamera ini biasanya adalah kalangan olahragawan dan penyuka aktivitas ekstrim, yang memang membutuhkan kamera berkualitas namun tidak ingin ruang geraknya terbatas. CEO dan pendiri GoPro, Nick Woodman, menyebut perusahaannya meraup pemasukan $500 juta di tahun 2012 dan angka penjualan diharapkan bisa meningkat beberapa kali lipat dalam satu atau dua tahun ke depan.

 

[Harga saham GoPro (NASDAQ:GPRO) ditutup pada level $40.55 pada hari Senin (30/06) atau menguat 13.4%.]

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar