Selasa, 17 Januari 2017

cfd CFD

Bisnis Kuliner Lesu, McD akan Lepas Outlet ke Pengusaha Lokal

Jumat, 26 Juni 2015 13:26 WIB
Dibaca 2866

Monexnews - Salah satu perusahaan restoran cepat saji terbesar dunia, McDonald's, terpaksa merampingkan bisnisnya di beberapa negara. Supaya keuangannya tetap seimbang, perusahaan spesialis burger ini berniat menjual 413 gerainya yang berlokasi di Taiwan kepada pewaralaba lokal.

Penurunan bisnis di industri kuliner menjadi alasan di balik penjualan ratusan outlet resto McDonald's di Taiwan. Di bahwa komando Chief Executive Steve Easterbrook, McD memiliki wacana perombakan dan restrukturisasi bisnis di mana salah satu programnya adalah melepas beberapa cabangnya ke di negara yang kurang menghasilkan kepada pewaralaba. Nantinya resto-resto McD di Taiwan akan berada di bawah pewaralaba lokal meski standar produknya tetap dipegang oleh pusat.

McDonald's di sisi lain akan menambah jumlah resto franchise-nya sehingga di tahun 2018 nanti sebanyak 3.500 gerai di seluruh dunia akan berpindahtangan kepada pemilik waralaba. "McDonald's kini sedang mencari kandidat yang pas untuk dijadikan pemegang lisensi kami di Taiwan," demikian pernyataan resmi perusahaan kepada media (Reuters). Kriteria pewaralaba yang ideal yaitu harus mampu mengoperasikan ratusan gerai di bawah satu payung bisnis, termasuk menaungi 20.000 karyawan part-time dan full-time.

Menurut hasil penelitian Euromonitor, pasar makanan cepat saji di China mencapai US$ 128,53 miliar per tahun 2014. KFC berhasil mencuri pangsa pasar sekitar 5% atau lebih tinggi dibandingkan basis konsumen McDonald's yang hanya 2,6%.

[Harga saham McDonald's (NYSE:MCD) ditutup pada posisi $95.82 atau melemah 0,85% di sesi perdagangan New York (Kamis 25/06).] (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar