Selasa, 30 Mei 2017

cfd  CFD

Black Friday, Momen Emas bagi Pebisnis Online

Jumat, 29 November 2013 12:05 WIB
Dibaca 891

Monexnews - Black Friday merupakan hari Jumat pertama setelah perayaan Thanksgiving di Amerika Serikat. Walaupun cuma sebagian negara bagian yang mengakuinya sebagai libur nasional, hampir seluruh warga Amerika merayakan hari keramat ini. Kebiasaan yang selalu dilakukan oleh warga adalah belanja besar-besaran terutama untuk hadiah bagi keluarga dan sanak saudara. Black Friday juga dianggap sebagai awal dari musim belanja menyambut natal dan tahun baru.

Pihak yang paling diuntungkan saat Black Fiday hingga tahun baru tak lain adalah perusahaan retail, supermarket dan tentu saja situs belanja online. Khusus untuk kategori perusahaan yang terakhir disebut, omset mereka terus meningkat berkat pesatnya trend belanja via dunia maya. Pada tahun lalu angka pengeluaran warga untuk belanja online selama Black Friday menembus rekor tertinggi sepanjang masa, yakni lebih dari $1 miliar. (data: ComScore Inc.). Lonjakan belanja serupa diprediksi berlanjut tahun ini seiring membaiknya daya beli warga.

Tahun 2012 lalu, penjualan online selama Black Friday naik 26% menjadi $1,04 miliar dibandingkan perolehan tahun 2011 yang hanya $816 juta. E-commerce (perdagangan elektronik) berkontribusi sebanyak 10% terhadap total transaksi warga Amerika selama Thanksgiving. Selain kemudahan transaksi, warga makin menyukai belanja online karena harga yang kompetitif, keamanan, pilihan beragam, hemat waktu dan biaya serta berkat membaiknya layanan pengiriman paket hingga ke tangan.

Amazon.com menjadi situs yang paling banyak dikunjungi oleh pengguna internet pada Black Friday tahun 2012, kemudian disusul oleh Wal-Mart, Best Buy Co, Target Corp dan Apple Inc. Adapun produk favorit yang dipesan oleh konsumen didominasi oleh perangkat digital seperti e-books, digital music dan video. Kategori produk ini mencatat kenaikan penjualan paling menonjol, yakni sebesar 29% dibandingkan Black Friday tahun lalu. Untuk tahun ini sepertinya produk primadona belanja belum bergeser dari alat elektronik dan konsol permainan. Barang seperti XBox dan Playstation 4 konon menjadi produk paling diburu jelang akhir tahun 2013.

Salah satu perusahaan yang diuntungkan oleh perkembangan tren belanja online dan aplikasi mobile adalah Amazon. Kemudahan mengakses melalui perangkat ponsel dan tablet membuat situs ini menjadi tempat belanja pilihan warga. Tanpa harus membuka laptop ataupun PC di rumah dan kantor, konsumen bisa melihat barang-barang yang dijual secara online di mana saja. Sepanjang Black Friday 2012, Amazon 'didatangi' oleh lebih dari 28 juta pengunjung (sumber:Hitwise).

Kalaupun ada hal yang bisa mengganjal pendapatan Amazon tak lain adalah kebijakan baru berupa kenaikan klausul bebas biaya kirim untuk pembelian minimum. Setelah satu dasawarsa terakhir memberlakuan bebas biaya kirim untuk minimum order $25, Amazon mengubah kebijakannya. Kini konsumen harus membeli produk di atas harga $35 untuk mendapat biaya kirim gratis. Putusan ini mulai berlaku mulai Selasa waktu Amerika (22/10) atau jelang musim liburan musim dingin.

Dengan demikian maka Amazon masuk dalam daftar retailer strata menengah yang menggratiskan biaya kirim. Sebelumnya beberapa perusahaan telah lebih dahulu memberlakukan minimum order lebih besar kepada pelanggan. Wal-Mart dan Target menetapkan free shipping untuk pembelian di atas $50. Sedangkan Best Buy adalah perusahaan dengan angka minimum order paling rendah yakni hanya $25.

Sinyal kenaikan minimum order sudah diberikan oleh perusahaan sejak awal tahun 2013. Free shipping sendiri memang menjadi daya tarik kunci bagi konsumen yang ingin memesan barang secara online. Pada semester pertama tahun ini, Amazon mengklaim kalau 30% kenaikan angka penjualan berkat kontibusi program bebas biaya kirim. Buat Amazon sendiri, biaya pengiriman juga tidaklah murah terutama di masa liburan. Dalam tiga bulan terakhir di tahun 2012, Amazon menghabiskan nyaris $1.8 miliar hanya untuk biaya kirim. Patut ditunggu sejauh mana Black Friday tahun ini mampu mengerek laba perusahaan-perusahaan online di Amerika. 

*Harga saham Amazon ditutup pada posisi $386.71 atau naik 1.40% pada sesi perdagangan semalam (28/11).

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar