Sabtu, 27 Mei 2017

cfd  CFD

Blackberry: Masa-masa Sulit Sudah Terlewati

Selasa, 5 Agustus 2014 16:52 WIB
Dibaca 571

Monexnews - BlackBerry Ltd (BB.TO) mengklaim telah melewati masa-masa sulit akibat program restrukturisasi selama 3 tahun belakangan. Menurut isi memo yang dikirimkan kepada karyawannya, pihak direksi menyatakan bahwa perusahaan sudah kembali ke jalur pertumbuhan bisnis yang benar.

"Kita sudah melewati proses restrukturisasi. Program pengurangan karyawan yang sudah dimulai sejak 3 tahun lalu kini sudah tidak berlaku lagi," demikian isi memo dari Chief Executive BlackBerry, John Chen, yang dikirimkan hari Jumat lalu. Chen bahkan menegaskan perusahaannya segera membuka lowongan baru untuk divisi product development, sales dan customer service, walau jumlahnya belum akan terlalu banyak.

BlackBerry telah memangkas karyawannya hingga 60% dalam 3 tahun terakhir. Langkah ini dipilih karena bisnis smartphone-nya hancur lebur di tengah persaingan merk-merk besar seperti Apple dan Samsung serta sistem operasi seperti Android, iOS dan Windows. Chen mengambil alih komando BlackBerry delapan bulan lalu untuk menciptakan stabilitas keuangan perusahaan. Cara yang diambil antara lain dengan menjual aset yang kurang penting, bekerjasama dengan produsen dan supplier untuk memangkas biaya produksi dan menjual aset dari unit bisnis real estate yang berpusat di Waterloo, Ontario, Kanada.

Kepada anak buahnya akhir pekan lalu, Chen menegaskan bisnis perusahaan sudah pulih. Ia optimis BlackBerry mampu menghasilkan arus kas positif di akhir tahun fiskal yang sedang berjalan, dan memberi sinyal untuk tidak memecat karyawan lagi seperti beberapa tahun terakhir. Sebagai catatan, BlackBerry sudah mengurangi jumlah pekerja dari 17.500 orang menjadi hanya 7,000 SDM sejak tahun 2011. Kini haluan bisnis berubah sehingga perusahaan siap membuka unit bisnis baru untuk menambah koceknya lagi di masa depan.

Pekan lalu, BlackBerry mengumumkan deal kerjasama dengan Secusmart, perusahaan swasta asal Jerman spesialis pengelola enkripsi data dan suara. Tujuan dari kemitraan ini adalah untuk meningkatkan kualitas keamanan sistem bagi konsumen seperti badan pemerintah dan korporasi. Langkah strategis tersebut merupakan tanda keseriusan salah satu perusahaan smartphone paling terkenal sejagad di industri teknologi.

Di akhir memonya, Chen meminta karyawan untuk fokus membangun perusahaan. "Tidak boleh ada kesalahan sedikitpun dalam usaha kita meraih kesuksesan," tulisnya.



[Harga saham Blackberry (NASDAQ:BBRY) ditutup pada posisi $9.15 atau melemah 1.61% pada penutupan sesi hari Senin (04/08)]

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar