Kamis, 25 Mei 2017

cfd  CFD

Boeing Buka Wacana Pembuatan Pesawat Jet Generasi Baru

Jumat, 3 April 2015 14:25 WIB
Dibaca 1328

Monexnews - Bos Boeing Commercial Airplanes, Ray Conner, menegaskan perusahaannya terbuka untuk membuka bisnis baru, khususnya terkait dengan pengembangan pesawat jet baru. Jika memang diperlukan, Boeing bahkan tidak menutup diri untuk melakukan kerjasama dengan pihak lain supaya biaya produksi lebih bisa dihemat. 

Conner kepada media menyatakan kalau dirinya sudah berpikir soal proyek masa depan Boeing. Namun ia mengaku harus lebih hati-hati jika perusahaannya harus menjalin kerjasama dengan perusahaan lain. Conner tidak mau model sharing-nya mengandung risiko besar, seperti yang terjadi saat pembuatan Dreamliner 787. Meski digadang sebagai pesawat tercanggih di kategorinya, Dreamliner 787 harus tertunda peluncurannya sehingga Boeing harus berkorban waktu dan biaya untuk menyelesaikannya.

Boeing melirik rencana pembuatan pesawat jet berkapasitas 200 sampai 250 kursi yang bisa terbang sampai 4,800 nautikal mil dalam satu dasawarsa ke depan. Conner berjanji untuk mempelajari proyek ambisius itu sebelum menentukan partner produksi dan strategi penjualan yang tepat.

Untuk tahun ini, Boeing Co sudah mengantongi kontrak pembuatan 754 unit pesawat komersial. Jumlah itu 5,5% lebih besar dibandingkan pengiriman unit pesawatnya sepanjang 2014 sekaligus menjadi rekor terbaru perseroan, seperti dilaporkan U.S. Aerospace Industries Association (AIA) dalam proyeksinya akhir tahun lalu.

Kinerja operasional Boeing diprediksi masih terjaga tahun ini karena perusahaan sukses mengamankan proyek pertahanan dari pemerintah Amerika. Seperti diberitakan sebelumnya, belanja sektor pertahanan Gedung Putih mencapai $554,2 miliar atau Rp6.800 triliun. Belanja utama untuk Pentagon adalah sebesar $490,2 miliar, dan sisanya sebanyak $64 miliar merupakan dana tambahan untuk pembiayaan perang tahun depan.

Dari uang sebanyak itu, pemerintah Amerika mengalokasikan dana tambahan $1,46 miliar untuk pembelian 15 unit jet tempur EA-18G buatan Boeing. Sebenarnya kontrak pembuatan EA-18G Growlers di pabrik St.Louis akan habis akhir tahun 2016 namun Boeing sukses melakukan lobi ke DPR sehingga belanja pesawat tempur kembali masuk dalam anggaran belanja negara. Dengan demikian, maka produsen kapal terbang asli Amerika ini akan terus membuat jet perang untuk pemerintah sampai tahun 2017 mendatang.

[Harga saham Boeing Co. (NYSE:BA) ditutup pada posisi $149.28 atau menguat 0,43% pada sesi perdagangan hari Kamis (02/04).] (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar