Jumat, 26 Mei 2017

cfd  CFD

Boeing Sudah Amankan Proyek-proyek Pembuatan Pesawat untuk 2015

Kamis, 18 Desember 2014 10:01 WIB
Dibaca 1197

Monexnews - Perusahaan pembuat pesawat terbang, Boeing Co, akan menjual 754 unit pesawat komersial di tahun 2015. Jumlah itu 5,5% lebih besar dibandingkan pengiriman unit pesawatnya sepanjang 2014 sekaligus menjadi rekor terbaru. Demikian laporan U.S. Aerospace Industries Association (AIA) dalam proyeksinya hari Rabu (17/12).

Badan penerbangan Amerika Serikat mengaku sudah mendapat salinan program kerja 2015 milik Boeing dan membantah bahwa isu penurunan produksi adalah rumor semata. AIA sebelumnya memperkirakan Boeing akan mengirimkan 754 pesawat baru ke tangan konsumen di tahun 2015, namun dalam buka program kerja terbarunya, Boeing menargetkan 752 unit pesawat. Meski ada selisih 2 unit, proyeksi AIA dan Boeing masih sejalan dengan kisaran target produksi yang dituntaskan perusahaan asal Amerika itu selama 2014, yakni 715 hingga 725 unit.

Kinerja operasional Boeing juga diprediksi masih terjaga tahun depan, karena perusahaan sukses mengamankan proyek pertahanan dari pemerintah Amerika. Seperti diberitakan sebelumnya, belanja sektor pertahanan Gedung Putih mencapai $554,2 miliar atau Rp6.800 triliun. Belanja utama untuk Pentagon adalah sebesar $490,2 miliar, dan sisanya sebanyak $64 miliar merupakan dana tambahan untuk pembiayaan perang tahun depan.

Dari uang sebanyak itu, pemerintah Amerika mengalokasikan dana tambahan $1,46 miliar untuk pembelian 15 unit jet tempur EA-18G buatan Boeing. Sebenarnya kontrak pembuatan EA-18G Growlers di pabrik St.Louis akan habis akhir tahun 2016 namun Boeing sukses melakukan lobi ke DPR sehingga belanja pesawat tempur kembali masuk dalam anggaran belanja negara. Dengan demikian, maka produsen kapal terbang asli Amerika ini akan terus membuat jet perang untuk pemerintah sampai tahun 2017 mendatang.

Selain jenis Growlers, pemerintah juga menganggarkan dana $224 juta untuk pembelian 2 unit pesawat jet tambahan F-35 Lockheed Martin Corp bagi angkatan udara dan $255 juta untuk 2 unit jet F-35s tambahan bagi angkatan laut. Total jumlah pembelian jet F-35 untuk tahun 2015 mencapai 38 unit atau 9 unit lebih banyak dibandingkan belanja fiskal 2014. Hal ini menunjukkan bahwa Amerika Serikat masih ingin memperkukuh posisinya sebagai negara yang dominan di bidang politik dan keamanan.

[Harga saham Boeing Co. (NYSE:BA) ditutup pada posisi $125.06 atau menguat 0,65% pada sesi perdagangan hari Rabu (17/12).]

 (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar