Kamis, 30 Maret 2017

cfd  CFD

Bos Blackberry Tolak Wacana Gulung Tikar

Selasa, 5 November 2013 10:45 WIB
Dibaca 451

Monexnews - Walaupun diterpa badai kerugian dalam beberapa waktu terakhir, pihak direksi Blackberry menolak wacana penutupan bisnis ponsel. Opsi pengembangan sektor aplikasi dan penjualan hak paten dianggap lebih realistis ketimbang mempertahankan produksi ponsel pintar. Namun bos perusahaan asal Kanada tersebut tetap yakin bisnis intinya akan berbalik menguntungkan meski belum tahu caranya.

Sejak ditinggal eks-CEO Thorsten Heins, Blackberry belum kunjung berhasil meraup laba dari penjualan ponselnya. Pemanggilan CEO dan Chairman Sementara, John Chen, terkesan percuma karena di mata konsumen smartphone ini sudah ketinggalan zaman. Oleh karena itu, wajar saja kalau khalayak teknologi dunia melempar spekulasi soal penutupan Blackberry. Selain karena tidak kunjung melaba, proses lelang perusahaan juga tidak berlangsung sesuai rencana. Dari sekian banyak pihak yang dikaitkan dengan pengambilalihan Blackberry, belum ada satupun yang terkonfirmasi proposal konkritnya di detik akhir penawaran (Senin 04/11).

"Saya percaya diri mampu membangun lagi kejayaan Blackberry karena kami punya sumber daya yang dibutuhkan," kilah Chen kepada Reuters. Sulit untuk membaca apakah sikap Chen adalah suatu ungkapan optimisme atau hanya sesumbar, mengingat ia sendiri telah mengalami pahitnya kerugian dari bisnis ponsel mencapai $1 miliar. Selain itu, lembaga peneliti Gartner menyebut bahwa basis konsumen Blackberry hanya tinggal 3.4%, padahal perusahaan ini menguasai nyaris separuh pasar Amerika Utara beberapa tahun silam.

Kejayaan Blackberry kini bergantung pada proposal penawaran yang masuk ke meja otoritas di hari terakhir lelang. Dari situ bisa diketahui pihak investor mana saja yang berani menyodorkan tawaran terbaik untuk mengakuisisi eks produsen ponsel terbesar sejagad. Fairfax Financial dikabarkan menjadi favorit utama pemilik baru Blackberry dengan estimasi penawaran mencapai $4.7 miliar. Di bawahnya adalah konsorsium bentukan dua pendiri Blackberry dengan Cerberus Capital dan Qualcomm. Patut dicermati pihak mana yang berhasil mendapat kesempatan untuk mengembalikan masa jaya Blackberry.

 

*Harga saham Blackberry (BBRY) ditutup pada posisi $6.49 atau anjlok nyaris 17% pada sesi perdagangan Senin (04/11).

 (dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar