Sabtu, 27 Mei 2017

cfd  CFD

Bos GM Tolak Bayar Kerugian Investasi Pemerintah

Rabu, 18 Desember 2013 13:07 WIB
Dibaca 530

Monexnews - Dan Akerson, Chairman dan CEO General Motors, menolak permintaan beberapa pihak untuk membayar bunga ekstra senilai $10 miliar kepada pemerintah Amerika Serikat. Produsen mobil terbesar di negara asalnya ini dianggap harus membayar uang sejumlah itu guna menutup selisih investasi negara dan kerugian dari penjualan sahamnya oleh pemerintah pekan lalu.

Akerson menganggap pemerintah sudah menerima konsekuensi risiko dari keputusannya untuk menanamkan modal pada General Motors. Padahal di saat yang sama banyak investor lain justru menolak untuk investasi di GM. Seperti diketahui, pemerintah menaruh dananya guna menyelamatkan perusahaan itu dari kebangkrutan pasca krisi keuangan 2008-2009. Menurut Akerson, jika GM harus membayar kerugian yang dialami oleh negara maka pihaknya bisa terkena gugatan hukum dari pemegang saham lain yang tidak menerima ganti rugi.

“Saya tidak bisa menerima anggapan yang menyebut investasi di GM sebagai kerugian," kata Akerson pada National Press Club di Washington D.C. Ia mengatakan kalau paket bantuan $49.5 miliar yang diterima perusahaannya telah menyelamatkan pos pemasukan pajak nasional. Lebih dari itu, dengan menjaga GM supaya tetap beroperasi maka pemerintah sudah ikut membantu penciptaan lapangan kerja, penghematan kupon makanan dan tunjangan pengangguran. "Secara fair, keputusan bailout berdampak positif terhadap ekonomi Amerika," tutup bos GM.


*Harga saham General Motors (GM) ditutup pada posisi $41.53 atau menguat 0.22% pada sesi pedagangan semalam (17/12).

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar