Minggu, 22 Oktober 2017

cfd  CFD

Bos Lenovo: Saya sudah Lama 'Naksir' Motorola

Jumat, 31 Januari 2014 11:11 WIB
Dibaca 697

Monexnews - Kiprah bisnis Lenovo diperkirakan semakin menyita perhatian di tahun 2014 ini. Setelah beberapa tahun silam membeli divisi hardware komputer IBM dan sukses 'melahirkan' laptop seri Thinkpad, raksasa teknologi asal China ini siap membidik pangsa pasar ponsel dengan menunggangi Motorola.

Berita mengejutkan muncul pekan ini saat Lenovo dipastikan membeli perusahaan ponsel Motorola dari tangan Google. Mahar senilai $2.91 miliar ternyata cukup untuk mengambilalih salah satu produsen telepon genggam tertua dunia ini. Pasca pertemuan dengan pihak Google, yang diwakili oleh Larry Page, Yuanqing Yang (CEO Lenovo) langsung berbincang dengan karyawan Motorola selama 45 menit untuk memberitahukan visi bisnisnya. Dengan menggandeng Motorola, Yang ingin meningkatkan daya saing produknya di masa depan.

"Saya bilang kepada karyawan Motorola kalau saya ingin menjual lebih dari 100 juta unit ponsel di tahun 2015 mendatang. Lenovo punya pasar kuat di China, dan Motorola punya reputasi bagus di Amerika Serikat, Amerika Selatan dan sebagian Eropa," tutur Yang saat diwawancarai oleh CNN. Bos Lenovo ini mengaku sudah meminati Motorola sejak lama, bahkan ketika perseroan itu sudah terbelah menjadi dua unit usaha yaitu Motorola Mobility dan Motorola Solutions. "Saya sempat bilang kepada Eric Schmidt (Exc.Chairman Google); kalau dia tidak mau menggarap bisnis hardware Motorola, maka saya siap membelinya," kilah Yang. Hanya dalam dua bulan sejak mengutarakan minatnya itu, pihak Google langsung menuntaskan penjualan anak bisnis ponselnya. 

Target penjualan sebesar 100 juta unit seperti yang dikatakan oleh Yang adalah setara dengan dua kali lipat jumlah penjualan Lenovo di tahun 2013 yang sekitar 45 juta unit ponsel (data IDC). Oleh karena itu, maka tidak heran kalau banyak pihak menganggap CEO Lenovo ini terlalu sesumbar ketika menjanjikan karyawan Motorola target setinggi itu. Pun demikian, Yuanqing Yang berdalih bahwa pangsa pasar Lenovo dan Motorola masih sangat luas, baik di negara maju dan berkembang. "Kami tidak akan menggenjot penjualan Lenovo di wilayah Amerika, namun Motorola lah yang akan menjadi brand andalan kami di sana," ujarnya.

Ketika ditanya apakah nantinya ponsel-ponsel Lenovo akan raib dari wilayah Amerika pasca akusisi Motorola, Yang menjawab belum tahu bagaimana strategi perusahaan nantinya. Satu hal yang pasti, untuk wilayah China Lenovo tetap akan menjadi anak emas dan terbuka kemungkinan penjualan produk Motorola di sana. "Saya belum memikirkan bagaimana (strategi) di Amerika. Bisa saja kami hanya memasarkan satu merk atau memakai label 'Motorola by Lenovo'," imbuhnya.

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar