Selasa, 28 Maret 2017

cfd  CFD

Bos Microsoft Dijadwalkan Berangkat ke China Bulan Depan

Kamis, 28 Agustus 2014 13:14 WIB
Dibaca 646

Monexnews - Chief Executive Officer Microsoft Corp, Satya Nadella, dikabarkan akan mengunjungi China di akhir September mendatang. Spekulasi menyebut bahwa dirinya akan bertemu perwakilan pemerintah negara itu untuk membicarakan soal pelanggaran undang-undang persaingan usaha.

Bos Microsoft memang kerap mengunjungi China untuk mengontrol perkembangan bisnis di negara dengan populasi terbesar dunia. Mantan CEO Steve Ballmer bahkan secara berkala selalu menyempatkan diri ke Beijing untuk membicarakan soal maraknya pembajakan software Microsoft di sana. Namun dalam kesempatan bulan depan, tujuan dari kunjungan Satya Nadella sangat berbeda. Ia memang akan bertemu pejabat-pejabat pemerintahan, namun kapasitasnya adalah untuk memperbaiki hubungan antar lembaga. Microsoft memang perlu mencari kejelasan tentang pasal-pasal persaingan usaha yang berlaku di negara lain. Juru bicara Microsoft sendiri menolak berkomentar soal kabar kunjungan CEO Nadella ke China karena alasan administratif.

Kunjungan Nadella bulan depan bertepatan dengan mencuatnya kasus pelanggaran Microsoft terhadap undang-undang persaingan usaha China. Badan persaingan usaha China beberapa hari lalu mengklaim adanya indikasi pelanggaran dalam undang-undang bisnis oleh emiten teknologi asal Amerika Serikat itu.

Menurut pemerintah China, Microsoft dianggap tidak transparan dalam menjalankan bisnis penjualan piranti lunaknya sehingga patut diselidiki guna memastikan praktik usahanya sesuai dengan regulasi yang berlaku di Tiongkok.

Kasus Microsoft hanyalah satu dari 9 kasus persaingan usaha yang sedang diinvestigasi oleh pemerintah sejak awal tahun ini. Selain sektor teknologi, industri lainnya yang terkena penyelidikan adalah rokok dan tembakau.

"Microsoft diduga melanggar undang-undang anti-monopoli sejak bulan Juni tahun 2013," ujar Zhang Mao, Kepala Administrasi Negara untuk Urusan Industri dan Perdagangan kepada awak media Selasa lalu. Adapun pelanggaran yang dimaksud yakni mulai dari kompatibilitas software, bundling produk dan otentifikasi dokumen pada sistem operasi dan software office. Pihak Microsoft sendiri menyatakan kesediaannya untuk membantu proses investigasi yang dilakukan oleh badan persaingan usaha.

[Harga saham Microsoft (NASDAQ:MSFT) ditutup pada posisi $44.87 atau melemah 0.30% pada sesi perdagangan hari Rabu (27/08).]

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar