Selasa, 25 Juli 2017

cfd  CFD

Bos Nissan Bantah Perusahaannya Sedang Alami Krisis

Jumat, 8 November 2013 11:05 WIB
Dibaca 524

Monexnews - CEO Nissan Motors membantah perusahaannya berada dalam masa krisis pasca penurunan target laba yang diumumkan pekan lalu. Carlos Ghosn yakin kalau industri otomotif akan bangkit lagi pada tahun 2014 dan 2015 sehingga perusahaannya bisa meraih laba sesuai harapan banyak pihak.

Nissan menurunkan target laba tahunan untuk tahun buku yang berakhir Maret 2014 dengan rasio nyaris 40% menjadi hanya 355 miliar Yen atau setara Rp41 triliun. Kebijakan ini diambil dengan mempertimbangkan fase penurunan daya jual di negara berkembang dan masalah recall produk yang dialami perusahaan. "Jujur saja, saya tidak yakin kalau sektor otomotif sedang berada dalam masa krisis karena prospek dua tahun ke depan sangat bagus," ujar Ghosn kepada CNBC. Nissan sendiri menargetkan untuk meraih 8% konsumen global di akhir Maret 2017 atau lebih tinggi dibandingkan pangsa pasarnya saat ini yang baru 6.2%.

Jika ditelisik lebih lanjut, kepercayaan diri Ghosn cukup beralasan karena periode 2012 dan 2013 memang menjadi salah satu era paling sulit dalam sejarah otomotif Jepang. Beberapa faktor bisa melatarbelakangi kinerja apik Nissan dalam beberapa tahun mendatang, khususnya dari sisi konsumen dan dukungan nilai tukar mata uang.

Trend pelemahan mata uang Yen terhadap Dollar diyakini terus berlanjut sampai tahun depan. Kebijakan ekstra longgar dari pemerintah Tokyo memungkinkan nilai tukar domestik untuk terkoreksi lebih dalam lagi.

Pemerintah Shinzo Abe sedang giat menggalakkan program stimulus moneter untuk menggenjot perekonomian. Tidak hanya itu, otoritas fiskal dan moneter juga segera menaikkan pajak konsumen dan di saat yang sama menurunkan pungutan pajak dari perusahaan. Langkah ini diambil untuk menekan beban biaya korporasi serta meningkatkan daya tarik investasi di negeri sakura. Kombinasi kebijakan bank sentral dan pemerintah juga dipastikan mendukung pelemahan kurs lebih lanjut sehingga pengusaha produk ekspor bisa menikmati keuntungan lebih optimal. Ahli Strategi Mata Uang Bank of Singapore, Sim Moh Siong, meramalkan kurs Yen turun ke 102 hingga 105 per Dollar dalam enam bulan ke depan.

Produsen otomotif menjadi pihak yang selalu paling senang ketika Yen terpuruk. Terdapat beberapa faktor yang membuat mereka diuntungkan yaitu: pertama, pendapatan dari pasar luar negeri mereka akan lebih besar saat dikonversi ke dalam bentuk Yen. Dari setiap 1% pelemahan Yen terhadap mata uang lain, produsen otomotif Jepang di-estimasikan mendapat tambahan laba operasional sebesar 2.5 untuk tahun fiskal (final) 2013. Ke-dua, daya saing produk mereka akan lebih baik sehingga turut menjadi katalis kenaikan volume dan profit ekspor dari sisi permintaan konsumen.

Meskipun angka penjualan di wilayah Amerika Serikat dan Jepang menurun, tingkat penurunannya mampu diimbangi oleh minat beli konsumen di wilayah Asia Tenggara. Pertumbuhan angka penjualan mobil di ASEAN bahkan naik di atas 100% dibandingkan tahun lalu sehingga marjin keuntungan tetap terjaga. Rasio penjualan terbanyak mobil Jepang masih dipegang oleh area Amerika Utara dengan persentase mencapai 33%. Jepang menyusul di posisi berikutnya dengan angka 31% dan Eropa berkontribusi 10% terhadap total sales otomotif Jepang. Sedangkan 27% penjualan berasal dari wilayah lain termasuk Asia, yang memiliki populasi konsumen sangat besar.

Produsen besar seperti Honda Motors, Nissan, Mazda dan Toyota giat melancarkan strategi untuk menggenjot penjualan di emerging markets. Di tengah penurunan kurs Yen, perusahaan-perusahaan tersebut tidak ingin ketinggalan momentum untuk melaba. Di Indonesia misalnya, kampanye mobil murah yang diinisiasi oleh pemerintah diprediksi mampu mengerek pemasukan dalam jumlah besar. Produk city car dan mobil hemat energi merupakan magnet bagi konsumen, terutama karena mahalnya biaya bahan bakar.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar