Jumat, 24 Maret 2017

cfd  CFD

Bos Tesla Tepis Isu Hengkang ke Perusahaan Lain

Rabu, 4 Juni 2014 11:02 WIB
Dibaca 464

Monexnews -  Saham produsen mobil listrik asal Amerika Serikat, Tesla, mencatat kinerja negatif dalam beberapa waktu terakhir. Selain terpengaruh oleh belum jelasnya cetak biru bisnis perusahaan, penurunan harga saham juga dipicu kabar hengkangnya sang CEO ke perusahaan lain.

Untuk mengkonfirmasi hal ini, Tesla semalam menggelar sesi tanya jawab dengan media dan pemegang saham terkait perkembangan isu soal perusahaan di pasar keuangan. Sejak menembus rekor tertingginya awal tahun ini, saham Tesla anjlok sekitar 20%. Investor ragu untuk menambah portofolionya sampai ada keterangan jelas dari pejabat tinggi perusahaan, khususnya CEO Elon Musk.

Menjawab soal isu kepergiannya, Elon Musk menegaskan dirinya masih akan menjabat sebagai bos Tesla, setidaknya sampai produksi mobil generasi ke-3 benar-benar tuntas. Proyek mobil baru Tesla ini dianggap sebagai ambisi besar karena nantinya setiap produk hanya akan dijual seharga $35000 dengan kemampuan menjelajah sampai 200 mil dalam sekali charge. Apabila berhasil, maka mobil keluaran Tesla diyakini mampu bersaing dengan mobil-mobil konvensional. "Untuk sampai ke sana, dibutuhkan waktu 4 sampai 5 tahun," ujar Musk.

Nama Tesla memang luar biasa menyita perhatian pelaku pasar keuangan dan komunitas otomotif Amerika Serikat sepanjang tahun 2013 lalu. Produsen yang pernah dianggap sebagai perusahaan tanpa prospek ini sukses merajai industri mobil listrik sehingga harga sahamnya melonjak drastis di pasar berkat angka penjualan fantastis.

Tesla sukses mencuri pangsa pasar otomotif Amerika melalui berbagai kendaraan berbahan bakar non-migas. Setelah bergerilya selama 10 tahun di industrinya, perusahaan yang berbasis di California ini akhirnya mampu mencetak laba sejak kuartal perdana 2013. Keberhasilan Tesla dalam memasarkan mobil listrik langsung mendapat pujian dari berbagai kalangan, mulai dari pemerhati teknologi sampai pelaku pasar keuangan.

Rapor cemerlang dalam lini finansial Tesla tidak lepas dari tangan dingin CEO Elon Musk. Bukan rahasia lagi kalau ia merupakan pebisnis paling disegani di Amerika saat ini karena selalu mampu menyulap perusahaan skala menengah menjadi raksasa kelas dunia. Setelah berhasil mengangkat nama PayPal dan Space Exploration Technologies, Musk masuk ke Tesla dan sukses menaikkan pamor mobil listrik. Di bawah tangan dinginnya, angka penghasilan Tesla naik lebih dari 12 kali lipat di kuartal perdana lalu, dan perusahaan sedang menapaki target penjualan $2 miliar di tahun 2013. Harga sahamnya juga meroket lebih dari empat kali lipat dari level pembukaan tahun walaupun angka penjualan sempat gagal memenuhi harapan analis.

Dalam rilis daftar pebisnis paling berpengaruh di tahun 2013, Fortune menempatkan Elon Musk pada ranking pertama. Ia dianggap lebih memberikan kontribusi terhadap industri ketimbang nama-nama beken seperti Carl Icahn atau David Einhorn, dua investor yang komentar-komentarnya kerap menarik atensi publik. Terdapat 3 alasan yang membuat Musk menjadi begitu influensial tahun ini, yakni perubahan budaya yang diusungnya kepada masyarakat, lonjakan laba yang diraih Tesla tahun ini dan kenaikan harga saham ke rekor tertingginya. Ketiga kualitas itulah yang mengantarkan Elon Musk sebagai sosok paling berpengaruh di dunia bisnis Amerika.

[Harga saham Tesla (NASDAQ:TSLA) ditutup naik 0.12% pada sesi perdagangan hari Senin (04/06) ke level $204.94]

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar