Minggu, 26 Maret 2017

cfd  CFD

Burger King Diminta Batalkan Niat Hijrah ke Kanada

Kamis, 11 September 2014 13:57 WIB
Dibaca 575

Monexnews - Burger King memang sudah resmi berada dalam satu payung bisnis dengan perusahaan asal Kanada, Tim Hortons. Namun rencananya untuk memindahkan markas ke Kanada tidak disukai oleh pemangku kebijakan. 

Beberapa anggota senat di Amerika Serikat menginginkan supaya Burger King tidak memindahkan kantornya ke luar negeri pasca merjer dengan Tim Hortons. Senator-senator itu menyarankan Burger King untuk memikirkan nasib karyawan. Pekerja di perusahaan restoran cepat saji tersebut memang sangat bergantung pada tunjangan kesehatan Medicaid dan kupon makanan, di mana biayanya ditanggung oleh pembayar pajak di Amerika. "Kalau mereka pindah, maka tidak adil bagi pembayar pajak," ujar Dick Durbin, Senat Partai Demokrat.

Burger King selama ini juga diklaim mendapat banyak insentif bisnis dari pemerintah sehingga usahanya bisa menggurita seperti sekarang. "Sekarang setelah diuntungkan oleh fasilitas dari negara, mereka mau hengkang hanya untuk menghindari pajak," demikian pernyataan resmi anggota senator kepada media. Atas alasan itulah, wakil rakyat meminta Burger King untuk membatalkan rencananya pindah kantor ke Kanada meski sudah menuntaskan proses merjer.

Strategi Inversion
Tingginya pungutan pajak yang dikenakan oleh pemerintah Amerika Serikat terhadap perusahaan-perusahaan memang membuat pelaku usaha kelimpungan. Bos-bos korporasi berusaha untuk 'lari' dari kewajiban upeti dengan berbagai cara, mulai dari aksi 'inversion' atau merjer dengan perusahaan asing hingga parkir laba di negara lain.

Pemerintah Amerika mulai gerah dengan langkah merjer yang dilakukan oleh perusahaan domestik dengan korporasi luar. Masalahnya penggabungan unit usaha yang marak belakangan ini bukanlah untuk tujuan bisnis, namun lebih kepada strategi untuk menghindari pajak atau inversion. Contoh terbaru dari implementasi inversion dapat dilihat pada merjer restoran cepat saji, Burger King dengan perusahaan kopi asal Kanada, Tim Hortons, yang prosesnya tuntas kemarin.

Seperti diketahui, perusahaan Amerika hanya akan mendapat fasilitas pemotongan pajak apabila berkongsi dengan perusahaan asing dan mau memindahkan markasnya ke luar negeri. Tujuan utama dari fasilitas ini sebenarnya untuk merangsang ekspansi perusahaan ke negara lain, meski dalam realitanya justru dimanfaatkan oleh pemilik usaha untuk lari dari tanggung jawab pajak. Dengan beban pajak yang lebih rendah, maka pos keuntungan suatu perusahaan akan lebih besar ketimbang jika roda operasionalnya terdaftar di dalam negeri.

Dalam satu dasawarsa terakhir, setidaknya ada 48 perusahaan yang sukses menjalankan strategi inversion via merjer. Nyarsi selusin perusahaan lainnya dikabarkan juga ingin mewujudkan niat serupa, seperti yang sudah diajukan oleh produsen obat, Mylan, satu bulan lalu. Mylan ingin merancang merjer dengan merangkul anak usaha Abbott Laboratories asal Belanda sekaligus memindahkan kantornya ke luar negeri.

[Harga saham Burger King Worldwide (NYSE:BKW) ditutup pada posisi $31.39 atau melemah 1.44% pada sesi perdagangan hari Rabu (10/09).]

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar