Jumat, 20 Oktober 2017

cfd  CFD

Candy Crush Belum Impresif di Lantai Bursa

Selasa, 8 Juli 2014 14:22 WIB
Dibaca 516

Monexnews -  Begitu banyak perusahaan melakukan initial public offering dalam setahun terakhir, dan harga sahamnya kebanyakan selalu meroket sejak sesi perdana. Namun tidak demikian halnya dengan emiten pembuat game permainan, King, yang harga sahamnya terus merosot diterpa aksi jual.

King Digital Entertainment (KING) adalah perusahaan pembuat game paling populer di dunia, Candy Crush Saga. King pada akhir Maret lalu melepas sahamnya ke publik di harga awal $22.50 per saham. Tadinya banyak kalangan memprediksi harga saham akan langsung naik di hari pertama, seperti yang sudah dialami oleh saham-saham lain yang debut di Wall Street. Namun harapan itu tidak pernah terwujud karena saham King justru rontok di hari pertamanya hingga level $19 dan belum sepenuhnya pulih sampai sekarang.

Situasi sempat membaik di bulan Juli lalu saat saham King menembus level IPO-nya untuk pertama kali dan dibuka di atas $23. Aksi beli terjadi setelah bank investasi Piper Jaffray berbaik hati menaikkan rekomendasinya terhadap King menjadi 'overweight' atau status terbaik bagi sebuah saham. "Kami menaikkan proyeksi harga dari $19 ke $28," menurut Piper Jaffray kala itu. Namun pelaku pasar sendiri tidak yakin kalau King bisa menjadi saham jangka panjang dalam portofolio mereka karena selain Candy Crush, belum ada game lain yang bisa menggebrak pasar.

Piper Jaffray tetap optimis dengan penilaiannya terhadap emiten asal Inggris Raya itu. Mereka percaya kalau buruknya penjualan dua game di toko aplikasi, yakni Pet Rescue dan Farm Heroes, mampu ditutupi oleh game terbaru lainnya. "Kami perkirakan Candy Crush Soda yang akan dirilis tahun ini akan menjadi katalis yang bagus bagi saham King," demikian bunyi laporan Piper Jaffray. Walaupun nantinya penggemar Candy Crush Soda tidak akan jauh berbeda dibandingkan pemain Candy Crush Saga, permainan baru ini diprediksi mampu menjaring konsumen baru.

Sepakat dengan Piper Jaffray, bank investasi JP Morgan juga memberikan penilaian serupa kepada King dalam laporannya pekan lalu. JP Morgan menganggap King sebagai salah satu perusahaan dengan kinerja keuangan cukup bagus dan memiliki kemampuan untuk tumbuh. Pun demikian, efek dari laporan JP Morgan juga tidak bertahan lama di lantai bursa karena saham King kembali anjlok ke bawah $21 di hari Senin (07/07).

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar