Kamis, 30 Maret 2017

cfd  CFD

China Berjanji akan Adil dalam Penyelidikan Kasus Microsoft

Senin, 29 September 2014 11:47 WIB
Dibaca 847

Monexnews - Kepala Badan Pengawas Persaingan Usaha China hari ini memberikan pernyataan resmi soal status penyelidikan terhadap perusahaan software asal Amerika Serikat, Microsoft Corp. Pemerintah menjamin bahwa proses hukum akan berlangsung secara adil dan transparan selama pihak perusahaan mau bekerjasama.

Kantor Administrasi Industri dan Perdagangan China menjelaskan hasil pertemuan pimpinannya, Zhang Mao dan bos Microsoft, Satya Nadella hari Kamis kemarin. Zhang berjanji kepada bahwa proses penyelidikan akan berjalan adil dan sebagai timbal baliknya, Nadella juga akan bersikap kooperatif. Statement pemerintah tersebut cukup berlawanan dengan sikap otoritas terkait dalam beberapa pekan terakhir di berbagai media. Pejabat pengawas usaha sempat melakukan inspeksi mendadak ke kantor perwakilan Microsoft dan menyita barang serta dokumen yang diduga menjadi bukti pelanggaran UU bisnis. Tidak hanya itu, pihak Beijing juga mengancam untuk membekukan operasional Microsoft di China karena penjualan produknya dianggap ilegal.

Badan Persaingan Usaha China awal bulan ini memberikan ultimatum kepada Microsoft untuk menjelaskan kepada publik tentang kompatibilitas produk Windows dan software Office yang dijualnya. Menurut pemerintah, raksasa teknologi asal Amerika Serikat tersebut kurang transparan dalam memaparkan spesifikasi barang jualannya kepada konsumen.

State Administration for Industry and Commerce (SAIC) sudah memberikan peringatan kepada Vice President Microsoft, David Chen, untuk memberi penjelasan soal produk yang perusahaannya pasarkan di Tiongkok. Ia memiliki waktu 20 hari untuk memaparkan seluk beluk sistem operasi Windows dan Office sehingga tidak menimbulkan pertanyaan di benak konsumen. Fokus utamanya adalah soal kompatibilitas masing-masing software dalam sistem komputer yang ada di China. Otoritas beralasan bahwa Microsoft seakan hanya mau menjual barang tanpa memberikan kepastian kepada konsumen apakah piranti lunaknya cocok dipakai di China. Pihak Microsoft sendiri belum memberikan komentar terkait dengan ultimatum 20 hari yang diberikan oleh SAIC. Untuk melobi pihak pemerintah, Chief Executive Officer Microsoft Corp, Satya Nadella, mengunjungi China pekan lalu dan bertemu perwakilan pemerintah negara itu untuk membicarakan pelanggaran undang-undang persaingan usaha.

Kasus Microsoft hanyalah satu dari 9 kasus persaingan usaha yang sedang diinvestigasi oleh pemerintah sejak awal tahun ini. Selain sektor teknologi, industri lainnya yang terkena penyelidikan adalah rokok dan tembakau. "Microsoft diduga melanggar undang-undang anti-monopoli sejak bulan Juni tahun 2013," ujar Zhang Mao, Kepala Administrasi Negara untuk Urusan Industri dan Perdagangan kepada awak media awal bulan September. Adapun pelanggaran yang dimaksud yakni mulai dari kompatibilitas software, bundling produk dan otentifikasi dokumen pada sistem operasi dan software office.

[Harga saham Microsoft (NASDAQ:MSFT) ditutup pada posisi $46.41 atau menguat 0,80% pada sesi perdagangan hari Jumat lalu (26/09).]

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar