Kamis, 19 Oktober 2017

cfd  CFD

Cuci Gudang, T-Mobile Sebar Voucher Diskon Blackberry

Jumat, 4 April 2014 13:14 WIB
Dibaca 659

Monexnews - T-Mobile Inc melakukan cuci gudang produknya dengan memberikan voucher kepada konsumen Blackberry seri lama. Operator asal Amerika ini memberikan potongan harga $100 atau Rp1.1 juta kepada konsumen pengguna Blackberry lawas yang ingin menukarkan smartphone-nya dengan ponsel yang lebih baru. Voucher ini bisa digunakan untuk membeli berbagai merk ponsel termasuk Blackberry Q10 dan Z10 yang masih ada dalam stok T-Mobile.

Dalam surat yang dikirimkan kepada pelanggannya, pihak perusahaan juga memastikan bahwa T-Mobile akan tetap melayani paket data dan layanan untuk Blackberry meskipun mereka tidak akan lagi menjual ponsel asal Kanada itu. Langkah ini diduga sebagai cara untuk menghabiskan sisa produk Blackberry yang ada di gudang karena kedua perusahaan memang memutuskan untuk tidak bekerjasama dalam penjualan ponsel yang sudah dianggap ketinggalan zaman itu.

Seperti diberitakan kemarin, minimnya permintaan untuk produk Blackberry membuat pihak operator seperti T-Mobile enggan menjualnya lagi tahun ini. Di samping itu berakhirnya kontrak antara kedua perusahaan turut dipicu oleh aksi promosi T-Mobile yang kontroversial yakni dengan 'mengajak' konsumennya untuk beralih dari Blackberry ke iPhone melalui notifikasi email kepada masing-masing pelanggan. CEO Blackberry sempat tersinggung dengan insiden yang berlangsung tahun lalu ini dan menyebut promosi T-Mobile tidak etis dan kurang patut. CEO T-Mobile, John Legere, langsung mohon maaf atas kampanye negatifnya itu dan meminta maaf kepada pengguna Blackberry.

T-Mobile tidak akan melayani penjualan Blackberry per 25 April 2014. Namun demikian, pihak operator memastikan kalau konsumen tetap mendapat fasilitas paket layanan dan bisa menggunakan produk Blackberry-nya seperti biasa meski kedua perusahaan telah 'bercerai'.

"Dengan sangat menyesal, saya harus katakan kalau strategi kami sudah tidak sejalan dengan apa keinginan operator," ujar CEO Blackberry, John Chen. Sementara pihak T-Mobile yang diklaim tidak ingin memperpanjang kontrak distribusi produk belum bisa dimintai komentarnya. Perpisahan antara kedua perusahaan sudah bisa ditebak karena sejak tahun lalu, T-Mobile memang cuci gudang dengan menghabiskan produk Blackberry yang ada di counternya. Pihak perusahaan tidak menyediakan stok smartphone asal Kanada itu karena dianggap tidak menguntungkan lagi.

Sepanjang tahun 2013 lalu, Blackberry memang benar-benar dihabisi oleh perusahaan rivalnya. Fanatisme konsumen memudar seiring lahirnya sistem-sistem operasi yang lebih mutakhir dari Google, Apple dan Microsoft. Android menguasai 57% konsumen di wilayah Amerika Serikat, sementara Apple merebut 39% pangsa pasar smartphone. Adapun pendatang baru, Microsoft, juga mampu berbuat lebih dengan raihan pengguna mencapai 2.5% atau lebih tinggi dibandingkan konsumen Blackberry yang tinggal 1.5%.

 

[Harga saham Blackberry (NASDAQ:BBRY) ditutup pada posisi $8.22 atau menguat 0.1 sen pada sesi perdagangan hari Kamis (03/04). Sementara saham T-Mobile (TMUS) berada pada posisi $33.25 atau melemah 0.72%.]

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar