Jumat, 15 Desember 2017

cfd  CFD

Demi Efisiensi, Produsen Marlboro Tutup Pabrik di Australia

Rabu, 2 April 2014 13:39 WIB
Dibaca 1281

Monexnews - Penguatan kurs Dollar Australia makin menambah beban biaya perusahaan yang pabriknya terpusat di negeri kangguru. Beberapa industri skala menengah ada yang gulung tikar dan tidak sedikit pula perusahaan kelas kakap yang dipaksa memindahkan area produksinya ke negara lain. Padahal di saat yang sama daya beli konsumen sedang menurun sehingga mengakibatkan ketimpangan dalam pos pengeluaran. 

Hal tersebut dialami oleh Phillip Morris, yang berencana menutup pabriknya di Australia karena terbebani oleh lonjakan biaya produksi. Perusahaan yang terkenal dengan rokok Marlboro-nya ini akan mengakhiri sejarah 60 tahun pembuatan tembakau kemasan di wilayah Victoria, sekaligus mem-PHK 180 karyawannya. Produksi rokok akan dialihkan ke Korea Selatan dalam waktu dekat.

Selain terkendala beban biaya, perusahaan mengeluhkan pengetatan aturan ekspor rokok yang diberlakukan pemerintah negeri kangguru. "Kapasitas produksi turun signifikan hingga separuh kemampuan pabrik kami yang sesungguhnya," demikian pernyataan Phillip Morris kepada media. Putusan pemerintah dianggap menambah beban operasional di tengah kelesuan ekonomi domestik. 

Perekonomian Australia memang lesu sejak berakhirnya booming sektor pertambangan beberapa tahun lalu. Hal ini turut menyeret perusahaan sektor lain ke dalam fase sulit. Banyaknya perusahaan yang gulung tikar telah menyebabkan angka pengangguran melonjak jadi 6% atau level tertingginya dalam satu dasawarsa terakhir.

"Langkah ini adalah sebuah keputusan yang sulit," urai John Gledhill, Direktur Pelaksana Phillip Morris Australia, Selandia Baru dan Kepulauan Pasifik. Namun ia memastikan bahwa perusahaannya tetap menjual produk rokok di Australia dan mempertahankan kantor pusat Melbourne yang dikelola oleh sekitar 550 staf. Pabrik Australia sendiri adalah fasilitas produksi pertama Phillip Morris yang dibuka di luar Amerika Serikat.

[Harga saham Phillip Morris (NYSE:PM) ditutup pada posisi $82.21 atau menguat 0.42% pada sesi perdagangan Selasa (01/04)]

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar