Kamis, 19 Januari 2017

breaking-news Bank of Canada mempertahankan suku bunga di level 0.50%.

cfd CFD

Demi Uang Tips, Pegawai Starbucks Berseteru di Pengadilan

Kamis, 30 Mei 2013 11:45 WIB
Dibaca 1384

Monexnews - Di beberapa negara, meninggalkan uang tips bagi pelayan restoran atau kafe bukanlah suatu kebiasaan yang wajib diikuti. Namun di negara maju seperti Amerika Serikat (AS), pemberian tips adalah suatu etika yang 'hampir' harus dilakukan oleh konsumen suatu perusahaan jasa.

Setiap perusahaan memiliki aturan masing-masing soal pembagian 'uang terima kasih' kepada pegawainya, termasuk Starbucks. Raksasa penyedia kopi asal Amerika ini mempunyai aturan khusus dalam pembagian tips, di mana uang dari pengunjung selalu didistribusikan kepada barista (peracik) dan manajer/supervisor shift. Adapun manajer gerai dan asistennya tidak mendapat jatah sama sekali dan harus puas dengan gaji yang didapatnya dari perusahaan.

Kebijakan Starbucks memicu sengketa antara pihak-pihak yang selama ini menikmati uang tips yakni barista, manajer shift dan Starbucks sendiri. Pengacara ketiga pihak kemarin hadir di pengadilan tinggi kota New York guna membahas sengketa uang tips, yang pembagiannya dirasa kurang adil. Mereka ingin agar pengadilan memutuskan jenis posisi dan karyawan seperti apa saja yang berhak menikmati uang terima kasih dari para pelanggan.

Selama ini, Starbucks menetapkan pembagian uang tips kepada dua posisi yang bekerja paruh waktu atau dibayar per jam yakni barista dan manajer shift. Meski notabene lebih senior dan menanggung tanggung jawab lebih besar, manajer gerai dan asistennya tidak berhak mendapatkannya terlepas dari tugas full-time mereka termasuk datang lebih awal untuk membuka toko, menutupnya dan mengatur jadwal istirahat para bawahan termasuk barista dan manajer shift itu sendiri. Tidak ada keberatan dari pihak manajer gerai dan asisten toko terhadap aturan ini karena sudah sesuai dengan hukum perburuhan. Namun perseteruan justru terjadi antara dua pihak yang menikmati uang tips, yaitu barista dan manajer shift. 

Hukum tenaga kerja kota New York melarang karyawan dengan kategori posisi 'agen' atau 'supervisor' untuk menerima tips dari konsumen. Dalam kasus Starbucks, pihak barista keberatan jika manajer shift turut menikmati uang tips karena posisi dan tanggung jawab mereka sama dengan manajer gerai. Sang pengacara mengklaim definisi 'pengawas' seharusnya meliputi manajer/supervisor shift dan tidak hanya terbatas pada manajer gerai dan asistennya. Dengan begitu, pembagian tips sepenuhnya menjadi hak barista dan tidak harus dibagi rata dengan manajer shift.

Kuasa hukum Starbucks menolak keberatan dari pihak Barista dan menilai peran supervisor terkait langsung dengan kualitas pelayanan terhadap konsumen. Mereka ikut meracik kopi, membersihkan tempat dan melayani pelanggan secara langsung. Bahkan 90% waktu manajer shift juga digunakan untuk mengerjakan tugas-tugas barista, sehingga mereka berhak mendapat uang tips. Aturan ini sudah sejalan dengan putusan pengadilan federal dalam sengketa terdahulu, di mana manajer shift atau supervisor tidak masuk ke dalam kategori posisi 'agen' karena wewenangnya terbatas. "Mereka tidak sepenuhnya menanggung tugas manajerial dan juga tidak mempunyai power untuk mengontrol karyawan seperti manajer gerai," demikian bunyi putusan tersebut.

Shannon Liss-Riordan, kuasa hukum barista Starbucks kota New York, meminta hakim meninjau kembali definisi dari 'agen' dan wewenang supervisor. Mengingat dalam kacamatanya, supervisor seharusnya menjalankan tugas pengawasan dan tidak ikut menjalankan peran yang sama seperti barista. "Apalagi mereka setidaknya mengantongi gaji $2 (per jam) lebih banyak dibandingkan barista," ujar sang pengacara. Ia berharap putusan final sudah bisa didapat pada akhir Juli nanti sehingga segala sesuatunya bisa lebih jelas di kemudian hari.

Menanggapi komentar tentang gaji, pihak Starbucks tidak mengeluarkan pernyataan apapun. "Kebijakan tips kami jelas mencakup karyawan yang bertugas langsung dalam melayani konsumen," ujar Zack Huston, juru bicara perseroan. Harga saham Starbucks ditutup pada level $63.63 pada sesi perdagangan semalam atau turun nyaris 1%.

 

(dim)

Lihat Disclaimer

FM Futures Magazine

futures-monthly-monexnews `

Kirim Komentar Anda

Komentar


Mohon ketik karakter yang terdapat pada gambar diatas.
Huruf tidak case-sensitive.
 

Komentar